<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550</id><updated>2011-07-08T19:58:56.890+07:00</updated><title type='text'>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>58</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-6513212108850239407</id><published>2011-02-06T20:44:00.001+07:00</published><updated>2011-02-06T20:46:08.833+07:00</updated><title type='text'>PENYELAMAT</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;Terbakarnya Kapal Motor Penyeberangan (KMF) Laut Teduh II di Selat Sunda menambah panjang daftar kecelakaan transportasi di Indonesia. Sedikitnya 28 orang tewas dalam kecelakaan yang terjadi Jumat (28) dini hari pekan lalu itu.&lt;br /&gt;Sejatinya, kabar terbakarnya kapal feri yang mengangkut sekitar 400 penumpang tersebut sampai ke tim penyelamat yang ada di darat. Tapi, mereka tak bisa berbuat banyak karena tidak memiliki peralatan yang bisa menjangkau ke lokasi dalam waktu cepat.&lt;br /&gt;Akhirnya, penyelamatan ratusan penumpang yang terjun ke laut bebas terutama hanya berpangku pada sesama kapal feri yang lewat saja. Untung, kecelakaan itu terjadi di Selat Sunda yang sibuk dengan lalu lalang kapal-kapal penyeberangan dari Merak ke Bakauheni dan sebaliknya selama 24 jam.&lt;br /&gt;Tapi, tentu ceritanya akan lain kalau kita punya tim penyelamat perairan dan peralatan sekelas Coast Guard, Amerika Serikat. Bisa jadi, korban yang tewas tidak sebanyak itu. Dan, KMF Laut Teduh II dibekali peralatan pemadam kebakaran yang memadai.&lt;br /&gt;Tapi, mesin pembunuh tak hanya ada di lautan. Tapi juga, di jalan- jalan di Indonesia. Dengan perilaku pengendara yang tidak disiplin dan ugal-ugalan, jalan-jalan di negara kita bisa menjadi mesin pembunuh yang sangat mematikan.&lt;br /&gt;Celakanya, pemerintah khususnya pemerintah daerah tidak semua yang menyiapkan ambulans gawat darurat lengkap dengan paramedis yang memiliki kemampuan penanganan pra-rumah sakit.&lt;br /&gt;Baru Pemerintah DKI Jakarta saja yang punya fasilitas emergensi ini. Tapi, jumlah unitnya masih terbatas sehingga tidak bisa melayani semua panggilan gawat darurat dari seluruh penjuru ibukota. Apalagi, belum banyak warga Jakarta yang tahu keberadaan ambulans tersebut.&lt;br /&gt;Dengan perilaku orang kita yang tidak disiplin dan cuek bebek dengan keselamatan diri sendiri maupun orang lain, tampaknya tak mudah mengurangi angka kecelakaan transportasi di Indonesia. Contoh, dugaan sementara sumber api yang menyebabkan KMF Laut Teduh gosong berasal dari salah satu bus yang tidak mematikan mesin sewaktu berada di perut kapal.&lt;br /&gt;Jadi, pemerintah pusat dan daerah harus mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan lembaga penyelamat yang handal dengan peralatan yang memadai. Dengan begitu, paling tidak bisa menekan jumlah korban tewas maupun yang luka-luka makin parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tajuk Harian KONTAN, 4 Februari 2011) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-6513212108850239407?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/6513212108850239407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=6513212108850239407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6513212108850239407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6513212108850239407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2011/02/penyelamat.html' title='PENYELAMAT'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-1123168468873938746</id><published>2011-02-06T20:40:00.002+07:00</published><updated>2011-02-06T20:43:28.470+07:00</updated><title type='text'>SERANGAN ASMA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, tahun 2009 lalu, jumlah penderita asma di seluruh dunia mencapai 300 juta orang. Sebanyak 12 juta di antaranya berasal dari Indonesia termasuk Jakarta.&lt;br /&gt;Tak heran, belakangan ini, panggilan yang masuk ke kami tak sedikit dari penderita asma. Contoh, sewaktu saya masih bertugas di Alarm Centre, suatu hari lewat tengah malam, ada telepon masuk yang meminta kami mengirim unit ke sebuah rumah kos di bilangan Jakarta Timur.&lt;br /&gt;Salah satu penghuninya, seorang wanita mendadak kena serangan asma akut. Obat hirup sudah tak mempan lagi. Sang penelpon yang tak lain kekasih perempuan malang itu sejatinya sedang tidak satu lokasi dengan gadis pujaannya itu.&lt;br /&gt;Lantaran wanita itu sudah susah untuk berbicara dan hanya bisa mengirim pesan ke pacarnya, terpaksa lelaki tersebut yang menelpon ke kantor kami. Dengan panik pria itu meminta kami segera mengirim unit ke kos pacarnya. Bahkan, dia meminta kami tidak menutup telepon untuk terus mengabari kondisi terbaru.&lt;br /&gt;Kami pun mengirim dua unit terdekat ke lokasi. Sampai di sana, tidak ada satu orang pun yang membukakan pintu, meski unit di lapangan sudah menggedor gerbang dan memanggil beberapa kali. Terpaksa, sirene ambulans menyalak. Baru, pemilik kos-kosan terbangun dan membukakan pintu.&lt;br /&gt;Panggilan lainnya saat saya sudah kembali ke lapangan. Datangnya juga malam hari dari seorang ibu di daerah Jakarta Selatan yang juga mengalami serangan asma akut.&lt;br /&gt;Saya dan rekan pun meluncur ke lokasi. Setelah melakukan pertolongan pertama, kami segera mengarahkan ambulans ke rumahsakit terdekat. Rupanya, bantuan oksigen tidak juga meredakan serangan asma ibu itu.&lt;br /&gt;Sepanjang jalan, ibu itu gelisah. Semua posisi, baik tidur maupun duduk, tak nyaman. Tapi ternyata, Tuhan memberi jalan untuk saya. Saya mencoba menenangkan ibu itu dengan merangkulnya dari belakang. Ibu itu kemudian duduk dengan kepala merunduk di lengan saya. Hasilnya, serangan asma mereda.&lt;br /&gt;Meski tangan saya pegal bukan kepalang, saya senang serangan asma ibu itu mereda. Ibu itu pun mengucapkan terima kasih dengan menganggukkan kepala dan memegang tangan saya sewaktu di rumahsakit. Maklum, nafasnya yang sesak membuat dia tidak bisa mengeluarkan satu patah kata pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam di kunciran &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-1123168468873938746?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/1123168468873938746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=1123168468873938746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1123168468873938746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1123168468873938746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2011/02/serangan-asma.html' title='SERANGAN ASMA'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-1179414260363859343</id><published>2010-09-27T19:48:00.005+07:00</published><updated>2010-09-27T21:34:59.042+07:00</updated><title type='text'>WAJAH RUMAHSAKIT (5)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Tadinya, saya pikir kelahiran Undang-Undang (UU) Kesehatan yang baru, yang memuat sanksi pidana dan denda yang cukup berat akan membuat tugas kami menjadi ringan. Tapi ternyata, kenyataan di lapangan berbeda 180 derajat. Tak semua rumahsakit takut dengan beleid tersebut.&lt;br /&gt;Memang, saya tidak mengalami kejadian tersebut, melainkan teman-teman di lapangan. Tapi, saat kejadian itu terjadi saya bertugas sebagai &lt;em&gt;manager in duty&lt;/em&gt; di Alarm Centre.&lt;br /&gt;Menjelang tengah malam kami mendapat order untuk membawa pasien yang sudah tipis harapan hidupnya dari sebuah rumahsakit ke rumahnya. Begitu sampai di rumah pasien di bilangan Jakarta Timur, si pasien mendadak kondisinya membaik. Pihak keluarga akhirnya meminta petugas kami untuk standby.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Tapi, dini hari tiba-tiba kondisi pasien kembali memburuk. Pihak keluarga meminta kami untuk membawa pasien ke sebuah rumahsakit di kawasan Jakarta Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Bukannya pertolongan yang kami dapat, tapi malah umpatan dari dokter jaga IGD. Katanya, kami harus memberitahu dahulu kalau mau membawa pasien dalam kondisi gawat. Waduh!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Ya, begitulah resiko dari pekerjaan kami, yang seharusnya tidak terjadi kalau semua pihak mematuhi perintah UU Kesehatan yang baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-1179414260363859343?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/1179414260363859343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=1179414260363859343' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1179414260363859343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1179414260363859343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2010/09/tadinya-saya-pikir-kelahiran-undang.html' title='WAJAH RUMAHSAKIT (5)'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-8278730310238023202</id><published>2010-09-13T21:23:00.003+07:00</published><updated>2010-09-13T21:38:21.162+07:00</updated><title type='text'>DUKA LEBARAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Lebaran justru menjadi hari yang paling menyibukkan buat kami. Di hari yang fitri tersebut justru terjadi kejadian luar biasa yang seharusnya tidak terjadi.&lt;br /&gt;Siang menjelang sore, di lebaran hari pertama, saya yang saat itu bertugas menjadi &lt;em&gt;manager on duty&lt;/em&gt; di Alarm Centre, mendapat &lt;em&gt;on call &lt;/em&gt;dari pihak kepolisian yang berjaga di acara &lt;em&gt;open house&lt;/em&gt; Presiden SBY di Istana Negara.&lt;br /&gt;Polisi tersebut meminta kami segera meluncur ke Istana Negara karena terjadi sedikit &lt;em&gt;chaos &lt;/em&gt;dalam acara tersebut, karena warga saling berebut untuk masuk sehingga ada warga yang menjadi korban.&lt;br /&gt;Saya langsung memerintahkan lima ambulans terdekat segera meluncur ke lokasi. Petugas kami di lapangan mendapati seorang warga yang terkulai lemas, dan segera melakukan pertolongan dengan memberikan oksigen dan upaya &lt;em&gt;bagging&lt;/em&gt; atau memompa pernafasan. Tapi, usaha kami selama 10 menit itu sia-sia, korban tersebut akhirnya meninggal dunia.&lt;br /&gt;Ini kali kedua terjadi kejadian luar biasa saat lebaran. Tahun lalu, kami juga disibukkan menolong warga yang menjadi korban yang saling berebut masuk ke Balai Kota DKI saat &lt;em&gt;open house &lt;/em&gt;Gubernur di hari kedua lebaran. Tapi, ketika itu tidak ada yang sampai meninggal dunia, hanya dua warga yang perlu mendapat perawatan insentif di rumahsakit.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan musibah ini yang terakhir. amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam di gedong&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-8278730310238023202?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/8278730310238023202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=8278730310238023202' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/8278730310238023202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/8278730310238023202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2010/09/duka-lebaran.html' title='DUKA LEBARAN'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-4804959670592913</id><published>2010-03-18T15:23:00.003+07:00</published><updated>2010-03-18T15:28:30.332+07:00</updated><title type='text'>MENUNTUT PNS</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Serikat Pekerja Ambulans Gawat Darurat (SPAGD) DKI Jakarta meminta perbaikan kesejahteraan. Paramedis yang selalu berada di depan saat terjadi berbagai musibah itu justru tidak mendapat tunjangan kesehatan dan gaji yang memadai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Setiap bencana alam, kebakaran, kecelakaan lalu lintas, dan ledakan bom, kami yang paling dulu menolong korban. Namun, jika mengalami kecelakaan lalu lintas saat tugas, kami justru tidak mendapatkan perawatan yang memadai karena tidak sanggup membayar," kata M Syamsudin, pengurus SPAGD, saat bertemu dengan pimpinan Fraksi Amanat Bangsa DPRD DKI, Kamis (18/3).&lt;br /&gt;Menurut Syamsudin, mereka hanya menerima gaji Rp 1,45 juta dan tunjangan Rp 200.000 per bulan. Pendapatan itu dinilai sangat tidak sesuai dengan risiko yang mereka hadapi saat mengevakuasi korban, saat berkendara dengan kecepatan tinggi, dan risiko tertular penyakit.&lt;br /&gt;"Seorang petugas ambulans yang tabrakan dengan artis beberapa bulan lalu masih mengalami fraktur tulang belakang karena tidak sanggup membiayai perawatan yang mahal," kata Syamsudin.&lt;br /&gt;Para pengurus SPAGD meminta status mereka dinaikkan, dari karyawan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) menjadi pegawai negeri sipil agar kesejahteraan dan tunjangan kesehatan menjadi terjamin. Sebagai karyawan BLUD, gaji dan tunjangan mereka sangat tergantung pemasukan dari lembaga mereka. Padahal BLUD Ambulans Gawat Darurat bersifat sosial dalam banyak kasus bencana atau kecelakaan dan baru boleh meminta bayaran dari pasien biasa.&lt;br /&gt;Ketua Fraksi Amanat Bangsa, Wanda Hamidah mengatakan, pihaknya akan mendorong Pemprov DKI mengangkat ke-223 karyawan BLUD Amulans Gawat Darurat sebagai PNS. Selain itu, Wanda juga akan mengusahakan tambahan tunjangan bagi paramedis tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;(Kompas.com, 18 Maret 2010) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-4804959670592913?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/4804959670592913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=4804959670592913' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/4804959670592913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/4804959670592913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2010/03/menuntut-pns.html' title='MENUNTUT PNS'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-5954374479333477225</id><published>2010-02-18T13:37:00.003+07:00</published><updated>2010-02-18T13:38:47.675+07:00</updated><title type='text'>AMBULANS BARU</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;Sudah sebulan terakhir AGD DKI diperkuat oleh unit-unit baru. Total jenderal, ada 10 ambulans baru keluaran KIA Travello, yang memiliki kabin lebih lapang ketimbang unit-unit kami sebelumnya. Yakni, Hyundai Accent dan KIA Pregio.&lt;br /&gt;Sebetulnya, unit-unit baru tersebut sudah datang sejak pertengahan Desember 2009 lalu. Tapi, karena mesti menunggu surat-surat kendaraan bermotor selesai, 10 ambulans anyar itu baru resmi beroperasi sebulan yang lalu..&lt;br /&gt;Lima unit baru di antaranya di sebar ke masing-masing wilayah, yaitu utara, pusat, barat, timur, dan selatan. Sedang lima sisanya untuk melayani pesanan khusus. Jadi, standby di Bela.&lt;br /&gt;Rencananya tahun ini kami akan kedatangan 20 unit baru lagi, yang bakal menggantikan ambulans-ambulan lama yang rata-rata sudah berusia enam hingga tujuh tahun. Secara bertahap Dinas Kesehatan DKI akan mengganti semua ambulans AGD DKI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;siang di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-5954374479333477225?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/5954374479333477225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=5954374479333477225' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/5954374479333477225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/5954374479333477225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2010/02/ambulans-baru.html' title='AMBULANS BARU'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-4890736257090073555</id><published>2010-02-08T20:15:00.001+07:00</published><updated>2010-02-08T20:16:57.826+07:00</updated><title type='text'>GUS DUR</title><content type='html'>&lt;span style="color:#999999;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kemarin (7/2) adalah peringatan 40 hari wafatnya Presiden RI Keempat Abdurrahman Wahid. Bagi kami di AGD DKI, pria yang populer dengan panggilan Gus Dur itu punya arti khusus. Lantaran, kami pernah membantu menolong beliau.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, ketika Gus Dur mendapat serangan jantung di kantor Pengurus Besar NU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Saya lupa tahun persisnya. Yang jelas setelah dia lengser dari kursi presiden.&lt;br /&gt;Waktu itu, kami mengirim tiga mobil ambulans ke sana, termasuk yang dikemudikan pilot wanita bernama Suratinah. Dia yang pertama tiba. Setelah memberi pertolongan singkat, Gus Dur langsung dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo.&lt;br /&gt;Waktu itu Gus Dur tidak sampai menjalani rawat inap. "Beliau mengucapkan terima kasih," kenang Suratinah yang mengaku sempat bersalaman dengan Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, saat Gus Dur menikahkan puteri keduanya Zanubba Arifah Chafsoh tahun lalu. Kami mendapat kepercayaan untuk menjadi tim medis, mulai dari prosesi akad nikah sampai resepsi Yenny Wahid, begitu puteri kedua Gus Dur itu biasa disapa. Kebetulan, saya yang mengatur semua persiapan tim untuk standby di acara tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selamat Jalan Gus Dur. Kenangan bersama mu tidak pernah kami lupakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-4890736257090073555?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/4890736257090073555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=4890736257090073555' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/4890736257090073555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/4890736257090073555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2010/02/gus-dur.html' title='GUS DUR'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-5016515020558929548</id><published>2010-01-10T15:38:00.004+07:00</published><updated>2011-06-10T18:55:52.564+07:00</updated><title type='text'>BERI AMBULANS JALAN! (2)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-fMQ-11s75Js/TfIGGMPbNzI/AAAAAAAAAD4/reveO7RI8QA/s1600/Ambulans.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-fMQ-11s75Js/TfIGGMPbNzI/AAAAAAAAAD4/reveO7RI8QA/s320/Ambulans.jpg" t8="true" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-family: trebuchet ms;"&gt;Kamis (7/1) sore lalu, ada telepon masuk dari seorang ibu yang tinggal di daerah Jakarta Selatan. Sang ibu meminta kami datang lantaran anaknya dalam keadaan kritis. Segera saja saya mengontak unit yang nge-pos di kantor Walikota Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;Tidak berapa lama, ibu tadi kembali menelpon dan mengabari kalau anaknya kondisinya makin kritis. Saya pun menghubungi unit untuk menanyakan posisi terakhir. Rupanya, hujan deras yang baru saja mengguyur wilayah Jakarta membuat kemacetan di mana-mana. Ambulans kami pun terjebak dalam kemacetan.&lt;br /&gt;Saat berbicara dengan crew, dari seberang telepon terdengar suara pilot kami yang berteriak lantang. Ternyata, dia terlibat cekcok dengan seorang pengemudi mobil lainnya yang tidak mau memberi jalan. Padahal, kami sudah menyalakan sirene dan meminta jalan.&lt;br /&gt;Ya, soal ribut-ribut dengan pengguna jalan hampir menjadi santapan keseharian kami. Banyak pengendara yang enggan memberikan jalan atau bahkan sengaja menghalangi laju ambulans kami. Sewaktu masih bertugas di lapangan, saya tidak satu dua kali harus terlibat cekcok dengan mereka.&lt;br /&gt;Entah apa yang ada di benak mereka? Mungkin bagi mereka, nyawa pasien yang kami bawa atau yang akan kami bawa tidak ada artinya. Mungkin bagi mereka, yang penting tidak lama-lama terjebak dalam kemacetan sehingga tidak memberi jalan ambulans.&lt;br /&gt;Padahal, kami tidak akan minta diprioritaskan kalau kami tidak sedang membawa atau akan menjebut pasien dalam kondisi gawat darurat. Sirene kami hanya akan menyalak-nyalak jika dalam kondisi gawat darurat. Tapi kalau tidak, meski kami sedang membawa pasien, sirene tidak akan menyala. Hanya lampu rotator saja, yang menandakan kami sedang membawa pasien.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-family: trebuchet ms;"&gt;Jadi, sekali lagi kami minta: Beri Kami Jalan! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-5016515020558929548?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/5016515020558929548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=5016515020558929548' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/5016515020558929548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/5016515020558929548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2010/01/beri-ambulans-jalan-2.html' title='BERI AMBULANS JALAN! (2)'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fMQ-11s75Js/TfIGGMPbNzI/AAAAAAAAAD4/reveO7RI8QA/s72-c/Ambulans.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-7810806325125133513</id><published>2009-12-18T20:00:00.003+07:00</published><updated>2009-12-18T20:04:15.711+07:00</updated><title type='text'>FIRST RESPONDER</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mimpi Jakarta bakal punya nomor panggilan darurat terpadu, layaknya 911 di Amerika Serikat dan 000 di Australia akan menjadi kenyataan. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Wibowo berencana menyatukan nomor panggilan darurat terpadu, mulai dari ambulans, kepolisian hingga pemadam kebakaran, tersebut dalam tempo satu dua tahun ke depan.&lt;br /&gt;Orang nomor satu di Provinsi DKI Jakarta itu juga berencana mencetak &lt;em&gt;first responder&lt;/em&gt;, orang yang merespon pertama kalau ada kejadian gawat darurat. Nantinya, akan ada pelatihan untuk melahirkan &lt;em&gt;first responder&lt;/em&gt; bersertifikat tersebut, bahkan hingga ke tingkat usaha kesehatan sekolah alias UKS.&lt;br /&gt;Cuma, kenapa Gubernur Fauzi justru menggandeng MedicOne, pihak swasta, untuk mengadakan pelatihan tersebut. Padahal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki Ambulans Gawat Darurat, yang juga biasa memberi pelatihan untuk mencetak &lt;em&gt;first responder-first responder&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Apalagi banyak lembaga, baik swasta maupun pemerintah di tingkat pusat dan daerah, yang menggunakan jasa pelatihan Ambulans Gawat Darurat. Bahkan, Pemerintah Bangladesh pernah melakukan studi banding untuk melihat layanan dan sistem pelatihan di Ambulans Gawat Darurat.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;TANYA KENAPA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-7810806325125133513?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/7810806325125133513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=7810806325125133513' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7810806325125133513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7810806325125133513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/12/first-responder.html' title='FIRST RESPONDER'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-4578634115042067778</id><published>2009-10-09T16:34:00.002+07:00</published><updated>2009-10-09T16:37:25.053+07:00</updated><title type='text'>RELAWAN BENCANA</title><content type='html'>&lt;span style="color:#999999;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Gempa dengan kekuatan besar kembali menggoyang bumi Indonesia. Kali ini lindu mengaduk-aduk sebagian wilayah Sumatera Barat. Korban pun berjatuhan, baik tewas maupun luka-luka.&lt;br /&gt;Seperti biasa, kalau ada bencana alam besar yang mengakibatkan ribuan korban luka, AGD selalu mengirimkan tim relawan ke lokasi bencana. Apalagi sejak setahun belakangan kami memang memiliki Divisi Bencana.&lt;br /&gt;Sayang, sejak bergabung dengan AGD—dulu masih 118—pada akhir 2004 lalu, saya belum sekali pun bertugas sebagai relawan. Ada saja halangan yang menghabat kepergian saya menolong korban bencana alam.&lt;br /&gt;Waktu tsunami menggulung Aceh pada akhir 2004 lalu, dengan alasan masih paramedis pemula, saya tidak terpilih menjadi tim relawan. Sehingga mesti berjaga di seputaran Jakarta.&lt;br /&gt;Kemudian waktu gempa Yogyakarta pada 2006 lalu juga tidak masuk tim relawan, walau ada tawaran. Soalnya, waktu itu saya sedang mengandung anak pertama. Begitu juga dengan gempa Jawa Barat dan Sumatera Barat. Yang ini alasannya sama, saya pas mengandung anak kedua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#999999;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tapi bukan berarti saya berharap akan menjadi bagian tim relawan di kemudian hari. Sebab, itu sama saja saya berharap ada bencana besar lagi terjadi di Indonesia. Ya, mudah-mudahan gempa Sumatera Barat adalah yang terakhir. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-4578634115042067778?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/4578634115042067778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=4578634115042067778' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/4578634115042067778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/4578634115042067778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/10/relawan-bencana.html' title='RELAWAN BENCANA'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-2778889386078872850</id><published>2009-09-28T15:58:00.002+07:00</published><updated>2009-09-28T16:00:35.116+07:00</updated><title type='text'>RUMAHSAKIT LAPANGAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;GEMPA dahsyat berkekuatan 7,3 skala Richter yang mengguncang wilayah selatan Jawa Barat dan sekitarnya hampir sebulan berlalu. Pemerintah juga sudah mencabut masa tanggap darurat sejak 16 September lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Tapi, ratusan petugas medis masih berjibaku membantu korban lindu yang sebagian masih tinggal di tenda-tenda pengungsian. Puluhan di antara petugas medis itu adalah tenaga kesehatan sukarela dari berbagai lembaga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Salah satunya adalah petugas medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta yang ditempatkan di rumahsakit lapangan Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung. "Kami diminta Pemerintah Jawa Barat karena mereka kekurangan tenaga medis," kata Prasetio, paramedis ambulans Gawat Darurat Dinkes Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Tugas mereka tak hanya memberikan pelayanan kesehatan di rumahsakit darurat yang didirikan Departemen Kesehatan (Depkes). Mereka juga menyambangi tenda-tenda pengungsian yang tersebar di 10 desa di Pengalengan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Pemerintah setempat menetapkan kejadian luar biasa di daerah itu lantaran seminggu setelah gempa daerah itu diserang diare. "Sekarang keluhan pengungsi hanya batuk, pilek, dan panas, akibat tinggal di tenda dengan udara yang dingin," terang Prasetio.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Depkes mencatat, gempa yang berpusat di Samudera Hindia, sekitar 142 kilometer arah barat Kota Tasikmalaya, menyebabkan 370 orang luka berat dan 1.098 luka ringan. "Jumlah korban rawat jalan di pos kesehatan sebanyak 29.856 orang," kata Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes Rustam Pakaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Selain itu, Depkes juga menempatkan tenaga pemantau dan tim kesehatan psikososial, termasuk juga mendistribusikan tujuh ton makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) dan 10 ton obat-obatan dan bahan habis pakai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Tapi, menurut Prasetio, rumahsakit lapangan tak cuma menangani korban gempa saja. Mereka juga mengobati korban kecelakaan lalu lintas yang banyak terjadi selama Lebaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Rumahsakit lapangan itu harus melayani perawatan korban kecelakaan setelah Puskesmas Pengalengan runtuh digoyang gempa. Cuma, "Karena peralatan di rumahsakit lapangan terbatas, kami terpaksa mengevakuasi pasien yang terluka parah ke rumahsakit di Kota Bandung," ujar Prasetio.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Rencananya, Depkes tetap menempatkan rumahsakit lapangan dan puluhan pos kesehatan di kawasan itu hingga pembangunan puskesmas yang ambruk tuntas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;(SS Kurniawan, Harian KONTAN, 26 September 2009)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-2778889386078872850?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/2778889386078872850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=2778889386078872850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/2778889386078872850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/2778889386078872850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/09/rumahsakit-lapangan.html' title='RUMAHSAKIT LAPANGAN'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-6246508950222500055</id><published>2009-09-16T16:03:00.001+07:00</published><updated>2009-09-16T16:07:19.519+07:00</updated><title type='text'>WAJAH RUMAHSAKIT (4)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Dalam keadaan darurat, fasilitas kesehatan termasuk rumahsakit, baik milik Pemerintah maupun swasta, tidak boleh lagi menolak pasien. Apalagi, jika mereka meminta uang muka terlebih dahulu baru kemudian menangani pasien yang butuh pertolongan segera tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Itulah perintah Undang-Undang (UU) tentang Kesehatan yang baru, yang kemarin (14/9) disahkan DPR. UU ini mewajibkan semua fasilitas pelayanan kesehatan memberikan layanan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Ketua Komisi Kesehatan (IX) DPR Ribka Tjiptaning menyatakan, revisi UU Nomor 23 Tahun 2002 tersebut memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi masyarakat. "Sekaligus menjamin semua warga negara bisa memperoleh kesehatan yang layak," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Nah, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan atau tenaga kesehatan yang dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien bisa diancam pidana paling lama dua tahun dan denda Rp 200 juta. Kalau akibat tak ada pertolongan medis pasien sampai mengalami cacat atau meninggal, mereka bisa terjerat hukuman penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;UU Kesehatan yang baru juga menjamin hak-hak setiap orang mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau. "Tidak ada ruang untuk menahan pasien karena dia tidak mampu membayar biaya," ujar Ribka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Yang tidak kalah penting, Ribka menambahkan, setiap orang juga berhak memperoleh informasi tentang data kesehatan dirinya, termasuk tindakan serta pengobatan, yang telah maupun yang akan mereka terima.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Direktur Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta John Marbun bilang, lembaganya akan sangat terbantu dengan kehadiran UU Kesehatan yang baru. "Sebab, masih ada penolakan atau penanganan yang tidak segera darirumahsakitterhadap pasien dalam kondisi gawat darurat yang selama ini kami bawa," kata dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;(Fitri Nur Arifenie, SS Kurniawan, &lt;em&gt;Harian KONTAN, 15 September 2009&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-6246508950222500055?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/6246508950222500055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=6246508950222500055' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6246508950222500055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6246508950222500055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/09/rumahsakit-lagi.html' title='WAJAH RUMAHSAKIT (4)'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-8725673335957164960</id><published>2009-09-13T20:43:00.002+07:00</published><updated>2010-03-18T15:19:17.521+07:00</updated><title type='text'>ADA-ADA SAJA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Selama bertugas di Alarm Centre, begitu kami biasa menyebut layanan call centre AGD DKI, banyak permintaan yang aneh-aneh. Contoh, suatu hari kami mendapat permintaan untuk memindahkan pasien dari rumahsakit di bilangan Jakarta Pusat ke rumahsakit di kawasan Jakarta Utara.&lt;br /&gt;Begitu unit sampai, pasien yang mengaku bermukim lama di Eropa menolak dibawa dengan ambulans kami. Alasannya, tempat tidur dorong milik kami kecil tidak sesuai dengan standar Eropa. Padahal tubuh si pasien ukurannya sama dengan orang Indonesia kebanyakan. Dan, brankar alias tempat tidur dorong ambulans kami masih cukup lebar untuk dia.&lt;br /&gt;Toh, lantaran si pasien bersikukuh tempat tidur dorong tidak sesuai standar Eropa, akhirnya dia batal menggunakan ambulans kami. Saya sendiri tidak habis pikir, orang itu mau pesan ambulans ke mana. Sebab, semua brankar ambulans di Indonesia ukurannya sama. Memang, AGD DKI tidak mengacu standar ambulans Eropa, melainkan Jepang dan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;Ada kisah lain lagi yang bikin kami tertawa geli juga. Belum lama ini ada seorang perempuan yang ingin menggunakan layanan jasa kami. Tapi, katanya harga yang kami tawarkan sebesar Rp 200.000 terlalu mahal. Ya sudah, akhirnya kami minta orang itu menelpon jasa ambulans lainnya yang memberikan layanan yang sama dengan kami.&lt;br /&gt;Tidak berapa lama, wanita itu kembali menelepon dan akhirnya jadi memakai jasa kami dengan harga Rp 200.000. Soalnya, ambulans lainnya yang dia telepon mematok tarif Rp 3 juta.&lt;br /&gt;Bukannya sombong, sampai saat ini AGD DKI memang yang paling murah soal harga. Yang lainnya paling murah memberi harga Rp 300.000 untuk dalam kota Jakarta. Itu pun baru ambulans saja belum termasuk jasa paramedis, oksigen, infus, dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#3366ff;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-8725673335957164960?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/8725673335957164960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=8725673335957164960' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/8725673335957164960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/8725673335957164960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/09/ada-ada-saja.html' title='ADA-ADA SAJA'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-3068353827246271555</id><published>2009-08-17T20:26:00.003+07:00</published><updated>2009-08-17T20:32:31.990+07:00</updated><title type='text'>BOM MEGA KUNINGAN (2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/Solb5AjRCqI/AAAAAAAAACY/TRkkcoIMV7g/s1600-h/ambulance_bon.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370925065574615714" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/Solb5AjRCqI/AAAAAAAAACY/TRkkcoIMV7g/s320/ambulance_bon.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saat bom meledak di Hotel J.W. Marriott dan Ritz-Carlton, 17 Juli lalu, orang-orang teriak mencari ambulans untuk membawa korban luka ke rumah sakit. Tapi, ambulans yang ditunggu tak kunjung tiba dalam hitungan menit. Akhirnya, mereka menyetop apa saja, entah itu taksi, mobil pribadi, sampai kendaraan bak terbuka untuk mengangkut korban luka.&lt;br /&gt;Ini terjadi karena orang hanya menganggap ambulans sebagai kendaraan untuk membawa korban luka ke rumah sakit. Tidak lebih. Padahal tidak semua ambulans hanya memainkan peran semacam itu. Ada yang lebih. Seperti kami, Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan DkI Jakarta (AGD DKI), yang juga memberikan pelayanan pra-rumah sakit kepada korban atau pasien.&lt;br /&gt;Kalau orang tahu fungsi ambulans seperti AGD DKI, tentu mereka tidak asal membawa korban luka bom ke rumah sakit dengan kendaraan seadanya. Mereka pasti akan menunggu ambulans tiba di lokasi, apapun kondisi korban luka. Soalnya, membawa korban luka apalagi yang parah bisa berakibat fatal hingga berujung pada kematian.&lt;br /&gt;Layaknya ambulans gawat darurat (&lt;em&gt;emergency&lt;/em&gt;) di negara lain, AGD DKI akan menangani korban luka terlebih dahulu sebelum dibawa ke rumah sakit. Tujuannya, menstabilkan kondisi korban. Begitu kondisi korban relatif stabil, baru kami tancap gas ke rumah sakit. Dengan begitu, kami bisa meminimalisir kematian korban selama perjalanan.&lt;br /&gt;Tapi, saya tidak bisa menyalahkan orang-orang itu. Mungkin mereka terpaksa membawa korban luka dengan mobil yang ada, lantaran tidak tahu kalau Jakarta memiliki layanan ambulans gawat darurat seperti di negara lain.&lt;br /&gt;Jujur saya mesti mengakui, sosialisasi AGD DKI memang sangat minim. Padahal layanan ini sudah ada sejak 1970-an silam, meski dengan jumlah ambulans yang sangat minim. Bahkan, saat jumlah ambulans sudah tembus di atas 50 unit pada 2002-2003 lalu, sosialisasi juga masih minim saja.&lt;br /&gt;&amp;shy;Hanya memang, jujur saya juga harus mengakui, AGD akan kewalahan memenuhi panggilan kalau semua orang di Jakarta sudah tahu keberadaan kami. Bukan tidak mungkin dalam waktu yang bersamaan ada 30 panggilan darurat sekaligus. Sebab, saat ini ambulans yang layak operasi tidak lebih dari 30 unit. Itu pun hanya 20 ambulans yang &lt;em&gt;standby&lt;/em&gt; di 20 titik di Jakarta.&lt;br /&gt;Tentu jumlah itu sangat kurang. Paling tidak butuh 100 ambulans untuk meng-cover seluruh wilayah Jakarta dengan total penduduk lebih dari 8 juta orang. Nah, kalau tidak ada aral melintang, AGD DKI bakal mendapat tambahan sekitar 50 ambulans baru, yang 10 di antaranya akan datang dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;Tapi sejatinya, jumlah ambulans AGD DKI yang sedikit itu bukan masalah. Kalau seluruh rumah sakit yang ada di Jakarta juga memberikan layanan ambulans gawat darurat. Paling tidak sebagai bentuk corporate social responsibility (CSR). Jadi, tidak hanya ada bom saja mereka bergerak. Tapi juga, membantu korban kecelakaan lalu lintas dan yang butuh penanganan segera. Gratis tentunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-3068353827246271555?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/3068353827246271555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=3068353827246271555' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/3068353827246271555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/3068353827246271555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/08/bom-mega-kuningan-2.html' title='BOM MEGA KUNINGAN (2)'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/Solb5AjRCqI/AAAAAAAAACY/TRkkcoIMV7g/s72-c/ambulance_bon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-8581451994436159036</id><published>2009-08-17T15:15:00.004+07:00</published><updated>2009-08-17T15:26:10.464+07:00</updated><title type='text'>MERAH PUTIH</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SokTqIbaTXI/AAAAAAAAACQ/6NOFJB_-IYI/s1600-h/merah-putih.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370845645153914226" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 214px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SokTqIbaTXI/AAAAAAAAACQ/6NOFJB_-IYI/s320/merah-putih.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Hari ini Indonesia tepat berumur 64 tahun. Banyak cara yang dilakukan dalam merayakan hari jadi negara kita yang tercinta ini. Salah satunya, lewat karya film berjudul&lt;/span&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Merah&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Putih&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;yang sedang angkat layar di bioskop-bioskop di Tanah Air sejak 13 Agustus lalu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Merah &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Putih&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, &lt;span style="color:#000000;"&gt;yang berlatar belakang perang kemerdekaan saat agresi Militer Belanda I pada 1947 silam, boleh dibilang film Indonesia dengan sentuhan &lt;em&gt;special effect&lt;/em&gt; terbaik sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tak main-main, film trilogi berbiaya Rp 60 miliar ini melibatkan ahli perfilman internasional berpengalaman di Hollywood. Sebut saja Adam Howarth yang pernah menjadi koordinator &lt;em&gt;special effect&lt;/em&gt; untuk film &lt;em&gt;Saving Private Ryan &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Blackhawk Down&lt;/em&gt;. Ada juga kordinator pemeran pengganti Rocky McDonald, yang sukses di film &lt;em&gt;Mission Impossible II &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;The Quiet American&lt;/em&gt;. Lalu, ahli persenjataan John Bowring yang ikut ambil bagian dalam film &lt;em&gt;Crocodile Dundee II&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;The Matrix&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;The Thin Red Line&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Australia, &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;X-Men Origins:Wolverine.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dan, kami, AGD DKI juga boleh berbangga. Lantaran kami juga terlibat dalam pembuatan film&lt;/span&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Merah &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Putih&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;sebagai tenaga medis. Kami selalu ikut dalam proses pengambilan gambar di Semarang, Yogyakarta, Bali, dan Jakarta selama tiga bulan, mulai Januari hingga April 2009. Meski peran kami minim, kami tetap bangga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;MERDEKA!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-8581451994436159036?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/8581451994436159036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=8581451994436159036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/8581451994436159036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/8581451994436159036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/08/merah-putih.html' title='MERAH PUTIH'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SokTqIbaTXI/AAAAAAAAACQ/6NOFJB_-IYI/s72-c/merah-putih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-7745394252548553079</id><published>2009-07-27T16:55:00.004+07:00</published><updated>2009-07-27T17:02:17.550+07:00</updated><title type='text'>BOM MEGA KUNINGAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/Sm1677O18mI/AAAAAAAAACI/La6XgA0sDl8/s1600-h/Marriott.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363077901198946914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 209px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/Sm1677O18mI/AAAAAAAAACI/La6XgA0sDl8/s320/Marriott.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#999999;"&gt;Sewaktu bom meledak di Hotel J.W. Marriott dan Ritz-Carlton pada 17 Juli lalu, banyak pihak yang menyayangkan lambannya ambulans datang ke lokasi kejadian. Ini bukan pembelaan hanya penjelasan kenapa AGD DKI tidak cepat sampai ke dua hotel berbintang itu dalam tempo singkat.&lt;br /&gt;Kronologis kejadian saya kumpulkan berdasarkan keterangan teman-teman di Alarm Centre dan yang bertugas di lapangan. Maklum hari itu saya yang semestinya bertugas sebagai penanggung jawab di Alarm Centre, sebutan AGD DKI buat call centre, mesti &lt;em&gt;off &lt;/em&gt;lantaran demam dan mual-mual yang menyerang sejak sehari sebelumnya.&lt;br /&gt;Tak lama setelah ledakan kedua, Alarm Centre menerima telepon yang mengabarkan ada bom di kawasan Mega Kuningan. Kami langsung mengontak unit-unit di lapangan yang terdekat dengan lokasi kejadian meluncur ke TKP.&lt;br /&gt;Empat unit yang biasa nge-pos di daerah Jakarta Selatan, yang saat itu semua sedang aplusan petugas di kantor Walikota Jakarta Selatan, tiba bersamaan 15 menit kemudian. Tapi, tidak banyak korban luka yang bisa diangkut ke rumahsakit lantaran kebanyakan sudah dibawa menggunakan kendaraan pribadi.&lt;br /&gt;Pos Walikota Jakarta Selatan memang lokasi paling dekat ke kawasan Mega Kuningan. Kemacetan yang mengular di setiap ruas jalan yang ada di Jakarta pagi itu sedikit menghambat laju ambulans kami ke TKP. Termasuk yang berasal dari unit-unit lain yang berjaga di daerah pusat, utara, barat, dan timur Jakarta.&lt;br /&gt;Kok tidak menempatkan unit di kawasan Segitiga Emas? Dulu kami pernah menempatkan unit di wilayah Kuningan, persisnya di GOR Sumantri Brodjonegoro. Juga di kawan Gelora Bung Karno, Senayan. Cuma, jumlah ambulans di wilayah Jakarta Selatan yang dulu ada enam unit sekarang tinggal empat.&lt;br /&gt;Selain jumlah petugas yang menyusut lantaran banyak yang mengundurkan diri, juga banyak ambulans yang rusak. Anggaran yang cekak membuat ADG DKI tidak bisa berbuat banyak untuk memperbaiki unit-unit yang rusak. Jumlahnya lebih dari 20 unit, yang sekarang teronggok menjadi besi tua di Bela, kantor pusat kami di kawasan Sunter.&lt;br /&gt;Terpaksa kami merampingkan jumlah pos termasuk yang di Kuningan. Tentu pemilihan pos-pos yang ada sekarang berdasarkan hasil evaluasi: panggilan banyak datang dari daerah-daerah di sekitar pos. Cuma yang perlu dicatat, status kami menumpang di sana. Ada yang di pos polisi, pemadam kebakaran, atau rumahsakit.&lt;br /&gt;Makanya, kami menyambut baik rencana Ketua Desk Pemberantasan Terorisme Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Ansyaad Mbai yang ingin menyatukan polisi, ambulans, dan pemadam kebakaran ke dalam satuan khusus (Tabloid KONTAN, Minggu IV Juli 2009).&lt;br /&gt;Sehingga kami bisa mendapat kabar cepat kalau terjadi ledakan bom atau bencana lainnya. Apalagi kalau kami juga dibuatkan pos sendiri sehingga tidak perlu menumpang lagi. Soalnya, tidak semua orang di tempat yang kami tumpangi senang dengan kehadiran kami.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;Jadi, kami tunggu realisasinya Pak!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#999999;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-7745394252548553079?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/7745394252548553079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=7745394252548553079' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7745394252548553079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7745394252548553079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/07/bom-mega-kuningan.html' title='BOM MEGA KUNINGAN'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/Sm1677O18mI/AAAAAAAAACI/La6XgA0sDl8/s72-c/Marriott.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-6315220232748375268</id><published>2009-07-15T22:30:00.003+07:00</published><updated>2009-07-15T22:33:12.411+07:00</updated><title type='text'>AGD ACEH</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;Berita ini saya kutip dari Kantor Berita Antara, Rabu (15/7).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;Bulan depan, Pemerintah Nangroe Aceh Darussalam bakal segera meluncurkan pelayanan ambulans terpadu. Tujuannya, untuk meningkatkan pelayanan akses kesehatan bagi masyarakat di provinsi yang punya julukan Sembari Mekkah tersebut.&lt;br /&gt;Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar mengatakan, pelayanan ambulans terpadu itu akan dimulai di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dulu sebagai pilot proyek. Setelah itu baru kota dan kabupaten lainnya.&lt;br /&gt;Nantinya, layanan ambulans terpadu ini akan dikelola Unit Pelaksana Teknis Dinas di bawah Dinas Kesehatan Aceh, dengan mengandalkan sekitar 50 unit ambulans. Bakal ada call center khusus yang bisa dihubungi selama 24 jam penuh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;Setelah DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Aceh, daerah mana lagi yang mau menyusul?&amp;shy; Ya, semoga sejumlah daerah yang sudah melakukan studi banding ke AGD DKI segera menyusul Aceh membentuk ambulans gawat darurat terpadu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-6315220232748375268?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/6315220232748375268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=6315220232748375268' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6315220232748375268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6315220232748375268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/07/berita-ini-saya-kutip-dari-kantor.html' title='AGD ACEH'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-6198114351605061029</id><published>2009-06-26T16:40:00.003+07:00</published><updated>2009-06-26T16:47:59.021+07:00</updated><title type='text'>QUCIK WIN</title><content type='html'>&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wah ini kabar baik juga buat kami di AGD.&lt;br /&gt;Polda Metro Jaya yang menggandeng PT Jasa Raharja dan Dinas Kehatan DKI menggelar Program Quick Win. Yakni, korban kecelakaan lalu lintas yang dirujuk ke rumahsakit bisa segera ditangani tanpa perlu membayar biaya administrasi.&lt;br /&gt;"Ini dalam rangka peningkatan pelayanan polisi terhadap masyarakat khususnya pengguna jalan raya," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Condro Kirono seperti dikutip &lt;em&gt;detik.com&lt;/em&gt;, Kamis (25/6).&lt;br /&gt;Ada lima rumahsakit yang menjadi rujukan, yaitu Rumahsakit Islam, Rumahsakit Fatmawati, Rumahsakit Koja, Rumahsakit Sumber Waras, dan Rumahsakit UKI.Data Polda Metro Jaya menyebut, saban tahun korban kecelakaan lalu lintas di Jakarta mencapai 6.963 orang. Sebanyak 1.169 di antaranya meninggal dunia.&lt;br /&gt;Kalau program ini berjalan mulus tentu akan mempermudah tugas kami juga di AGD. Maklum, tidak jarang korban kecelakaan lalulintas yang kami bawa ditolak rumahsakit, atau tidak mendapat penanganan segera.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#000000;"&gt;Terima kasih Pak Polisi!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;siang di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-6198114351605061029?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/6198114351605061029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=6198114351605061029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6198114351605061029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6198114351605061029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/06/qucik-win.html' title='QUCIK WIN'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-7010473488193908473</id><published>2009-05-15T22:41:00.003+07:00</published><updated>2009-05-15T22:44:15.772+07:00</updated><title type='text'>BISNIS AMBULANS</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Awal Mei lalu, kami mendapat order untuk mengantar pasien ke luar kota. Lantaran mesti melakoni perjalanan jauh, ambulans mesti balik kandang dulu untuk menjalani pengecekan mesin mobil dan peralatan medis. Sekaligus menjemput petugas bengkel yang bakal ikut serta dalam perjalanan tersebut.&lt;br /&gt;Itu semua sudah menjadi prosedur tetap AGD DKI. Tentu kami tidak ingin sesuatu terjadi di tengah jalan. Ambulans mogok, misalnya. Nah, Begitu semua persiapan beres baru unit meluncur ke rumah pasien.&lt;br /&gt;Tapi, unit belum tiba di lokasi, keluarga pasien menelpon ke Bela dan mengabarkan ada ambulans lain yang bukan dari AGD DKI datang. Keluarga mengaku, mereka tidak memesan ambulans lain kecuali AGD DKI.&lt;br /&gt;Kalau mengacu pada pengakuan keluarga yang tidak menelepon ambulans lain, kami tidak habis pikir dari mana ambulans itu mendapat order. Orang dalam AGD DKI? Saya tidak mau menuding tanpa bukti.&lt;br /&gt;Bisnis ambulans memang sempat bergairah saat kami menjalani masa transisi dari Yayasan AGD 118 ke Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Saat itu, kami menghentikan sementara layanan ke luar kota. Peluang bisnis ini yang kemudian menyulut munculnya perusahaan-perusahaan baru ambulans.&lt;br /&gt;Tapi, tak sampai setahun mereka menikmati legitnya bisnis layanan ambulan ke luar kota. Pasalnya, pertengahan tahun lalu AGD DKI kembali melayani order ke luar kota. Bukannya sombong, tentu saja konsumen kembali ke kami. Nama besar dan pengalaman menjadi alasan konsumen. Apalagi, paramedis kami sudah dibekali beragam pelatihan kegawatdaruratan.&lt;br /&gt;Makanya, saya agak heran ketika membaca tulisan di sebuah tabloid ekonomi ibukota yang menulis peluang bisnis rental ambulans masih terbuka lebar. Mereka mewawancarai dua orang yang “sukses” terjun ke bisnis ambulans. Mereka menawarkan tarif Rp 300.000 untuk dalam kota Jakarta dan Rp 600.000 untuk ke Bogor.&lt;br /&gt;Dengan harga yang mereka tawarkan, sejatinya rental ambulans bukan bisnis yang menggiurkan. Coba tengok tarif AGD DKI. Dalam kota hanya dipungut Rp 200.000, sedang ke Bogor Rp 500.000. Yang perlu dicatat, kami menggunakan mobil merek KIA dan Hyundai yang memiliki kabin yang lapang.&lt;br /&gt;Kemudian, harga tersebut sudah termasuk dua tenaga paramedis bukan perawat dan semua peralatan yang ada di mobil, mulai dari oksigen sampai cairan infus. Ambulans lain, dengan harga yang mereka tawarkan fasilitas yang diberikan sebatas ambulans saja. Mau tambah perawat atau oksigen tentu tambah biaya.&lt;br /&gt;Armada AGD DKI juga banyak, total ada sekitar 30-an dengan 300-an paramedis. Sebanyak 25 di antaranya ada di lapangan yang menempati titik-titik strategis di ibukota. Sisanya, standby di Bela. Dan, kami membuka layanan 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Jadi, apa bisnis ambulans tertutama di Jakarta masih menggiurkan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-7010473488193908473?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/7010473488193908473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=7010473488193908473' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7010473488193908473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7010473488193908473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/05/bisnis-ambulans.html' title='BISNIS AMBULANS'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-3795749651933593273</id><published>2009-04-26T16:10:00.001+07:00</published><updated>2009-04-26T16:14:51.665+07:00</updated><title type='text'>BULE JUGA TAHU</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;Tak menyangka juga, orang bule yang bekerja di Jakarta alias ekspatriat mengetahui keberadaan AGD DKI. La, warga ibukota yang sudah menetap bertahun-tahun saja belum tentu tahu.&lt;br /&gt;Ceritanya, siang itu seperti biasa dering telepon menyalak di ruang Alarm Centre. Kebetulan saya yang mengangkat. Dari seberang terdengar suara seorang laki-laki dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata.&lt;br /&gt;Pria bule yang tinggal di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan itu meminta kami mengirim ambulans, lantaran sang istri yang katanya baru saja menenggak obat sedang tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;Begitu pembicaraan selesai, karuan saja saya dibantu teman lainnya mengontak teman-teman di lapangan untuk segera meluncur ke lokasi. Kami mengirim tiga ambulans yang lokasinya tidak jauh dari apartemen si bule tinggal.&lt;br /&gt;Kami dapat laporan dari lapangan, kalau ketiga ambulans yang kami kirim terjebak macet. Tapi, untungnya tiga mobil yang sampai hampir bersamaan di lokasi berhasil melakukan pertolongan pertama, tanpa terjadi sesuatu yang buruk.&lt;br /&gt;Mengirim lebih dari satu ambulans sudah menjadi standar kami untuk menolong korban yang kondisinya gawat darurat. Bukan karena yang akan kami tolong adalah warga negara asing. Ini berlaku juga untuk warga Indonesia.&lt;br /&gt;Tapi lepas dari semua itu, saya bangga ada ekspatriat yang tahu keberadaan kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-3795749651933593273?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/3795749651933593273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=3795749651933593273' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/3795749651933593273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/3795749651933593273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/04/bule-juga-tahu.html' title='BULE JUGA TAHU'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-1374644216255104246</id><published>2009-04-19T21:09:00.003+07:00</published><updated>2009-04-26T17:55:54.540+07:00</updated><title type='text'>EMANSIPASI WANITA</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SfQ9hWVQ5pI/AAAAAAAAABg/HI2GmBE_WOY/s1600-h/kartini.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328951902225884818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 91px; CURSOR: hand; HEIGHT: 129px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SfQ9hWVQ5pI/AAAAAAAAABg/HI2GmBE_WOY/s400/kartini.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;Hari Kartini identik dengan emansipasi wanita. Tapi, sebagian kaum Adam menggugat emansipasi kaum Hawa. Kata mereka: tidak semua pekerjaan yang selama ini menjadi monopoli para lelaki dilakukan perempuan. Ambil contoh, membetulkan genteng yang pecah atau mengganti ban mobil yang bocor.&lt;br /&gt;Tapi, kami, para srikandi Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta biasa melakukan itu. Mengganti ban ambulans yang bocor, misalnya. Makanya, soal beginian masuk juga, lo, dalam materi pelatihan dasar kami sebagai seorang paramedis. Habis siapa lagi yang mau mengganti terutama saat yang bertugas dua-duanya, baik pilot maupun kru, adalah wanita.&lt;br /&gt;Ya, sejak 2002 lalu paramedis perempuan di AGD DKI—dulu bernama AGD 118—mendobrak dominasi laki-laki sebagai pilot, begitu biasa kami menyebut sopir ambulans.&lt;br /&gt;Kami sebagai paramedis perempuan juga mesti siap menggotong korban tanpa bantuan orang lain. Contoh, saya pernah membawa turun pasien dengan tubuh gempal dan berat di atas 100 kilogram dengan tandu dari lantai dua melewati anak tangga. Hanya saya dan partner.&lt;br /&gt;Yang lebih parah dari itu juga pernah. Waktu itu saya juga membawa turun pasien dengan tandu dari lantai empat melalui anak tangga. Ini juga hanya saya dan partner. Untungnya waktu itu rekan kerja saya laki-laki.&lt;br /&gt;Tapi, pernah, lo, dua rekan sesama paramedis perempuan melakoni tugas membawa pasien dengan tandu menuruni anak tangga.&lt;br /&gt;Di sini, para srikandi AGD DKI memang harus punya tenaga sekuat laki-laki. Karena urusannya bukan cuma menggotong korban dengan tandu juga. Kadang kami juga mesti menghadapi pasien yang penyakit jiwanya sedang kambuh dan mengamuk. Seperti yang pernah saya alami. Untungnya, waktu itu keluarga dan tetangga korban ikut membantu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;Ini yang kami sebut emansipasi total.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;Selamat HARI KARTINI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-1374644216255104246?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/1374644216255104246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=1374644216255104246' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1374644216255104246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1374644216255104246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/04/emansipasi-wanita.html' title='EMANSIPASI WANITA'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SfQ9hWVQ5pI/AAAAAAAAABg/HI2GmBE_WOY/s72-c/kartini.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-7198760918829778406</id><published>2009-04-05T20:11:00.003+07:00</published><updated>2009-04-05T20:21:05.546+07:00</updated><title type='text'>GAKIN PALSU</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#999999;"&gt;Orang sering bilang, kalau mau hidup di Jakarta harus pasang muka badak alias tidak tahu malu. Tapi, bukan berarti malu-maluin atau nggak tahu malu, lo. Contohnya, orang kaya yang mengaku-ngaku miskin supaya mendapat fasilitas kesehatan gratis.&lt;br /&gt;Nggak tahu bagaimana ceritanya, ada segelintir orang berduit yang bisa mengantongi kartu gakin atawa keluarga miskin. Sehingga mereka bisa menikmati fasilitas kesehatan gratis termasuk layanan ambulans, yang semestinya menjadi hak orang melarat.&lt;br /&gt;Contohnya, bulan lalu kami mendapat order untuk membawa pasien “gakin” dari sebuah rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan di rumah sakit lainnya yang lebih lengkap peralatannya. Tapi apa lacur, ternyata pasien itu berasal dari ruang perawatan kelas satu, yang tentu saja hanya orang yang punya duit saja yang bisa “bermalam” di sana.&lt;br /&gt;Pantesan perawat di rumahsakit itu meminta kami untuk tetap memungut biaya atas pasien itu. Tapi apa daya, kami terpaksa memberi layanan ambulans secara cuma-cuma karena dia mengantongi kartu gakin.&lt;br /&gt;Nah, gara-gara kami tidak memungut biaya sepeser pun, kru yang bertugas membawa pasien tersebut protes ke saya, yang waktu itu sedang bertugas sebagai penanggungjawab alarm centre. Kata mereka: “Masak gratis? keluarganya yang membuntuti di belakang saja menumpang dua mobil mewah”.&lt;br /&gt;Pasien itu bukan satu-satunya gakin palsu. Ketika bertugas di lapangan suatu siang tahun lalu, saya juga pernah membawa pasien gakin palsu. Entah kenapa orang berduit itu bisa menggenggam kartu gakin. Padahal, anaknya saja membawa mobil sedan mewah.&lt;br /&gt;Ini jelas tidak adil. Warga miskin ibukota yang betul-betul melarat saja banyak yang tidak memiliki kartu gakin. Sampai-sampai ada kasus bayi yang baru lahir disandera rumahsakit lantaran orang tuanya yang tidak punya duit tidak bisa membayar biaya persalinan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Dunia memang makin edan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#999999;"&gt;malam di kunciran.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-7198760918829778406?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/7198760918829778406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=7198760918829778406' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7198760918829778406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7198760918829778406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/04/gakin-palsu.html' title='GAKIN PALSU'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-7695127915083495795</id><published>2009-03-29T20:38:00.002+07:00</published><updated>2009-03-29T20:41:26.879+07:00</updated><title type='text'>SITU GINTUNG</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Jumat (27/2) lalu merupakan hari yang sangat-sangat melelahkan. Meski tidak sedang bertugas di lapangan lantaran sejak awal Maret ini mesti balik ke kandang alias Bela, bertugas sebagai penanggung jawab Alarm Center hari itu betul-betul melelahkan.&lt;br /&gt;Soalnya, Tragedi Situ Gintung yang melumat ratusan rumah dan menelan puluhan korban jiwa benar-benar menyita perhatian. Hampir seluruh unit yang hari itu berjumlah 17 ambulans berangkat ke lokasi kejadian di daerah Cirendeu, Tangerang Selatan.&lt;br /&gt;Lagi sibuk-sibuknya mengkoordinasi unit-unit yang ada di Situ Gintung, tiba-tiba ada telepon dari direktur. Katanya, Menteri Kesehatan baru saja telepon kalau Rumahsakit Cipto Mangunkusumo mendapat ancaman bom.&lt;br /&gt;Ibu Menteri meminta AGD DKI untuk menempatkan beberapa ambulans di rumahsakit pelat merah itu untuk berjaga-jaga. Akhirnya, saya terpaksa menarik sebagian unit yang ada di Situ Gintung untuk mengarah ke Rumahsakit Cipto.&lt;br /&gt;Kesibukan makin menjadi setelah Plaza Senayan juga mendapat teror bom. Kami pun mengirim unit ke sana untuk berjaga-jaga. Belum lagi, semua suku dinas kesehatan wilayah dan polisi terus saja memanggil di radio untuk minta perkembangan terakhir di Situ Gintung.Puih, benar-benar melelahkan. Tapi, senang banget karena bisa membantu sesama. Hanya, kami minta maaf lantaran banyak menolak permintaan dari masyarakat. Maklum, hari itu semua unit habis, meski kami sudah mengerahkan unit cadangan yang ada di Bela.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-7695127915083495795?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/7695127915083495795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=7695127915083495795' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7695127915083495795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7695127915083495795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/03/jumat-272-lalu-merupakan-hari-yang_29.html' title='SITU GINTUNG'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-8706645691565581867</id><published>2009-03-04T23:11:00.000+07:00</published><updated>2009-03-04T23:12:03.828+07:00</updated><title type='text'>LUPA INGATAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Bulan lalu dalam tempo dua hari saya dan sejumlah rekan menangani empat pasien yang mendadak lupa ingatan atau pura-pura lupa ingatan. Pura-pura? Bisa jadi kalau melihat mimik mereka.&lt;br /&gt;Yang &lt;em&gt;pertama&lt;/em&gt;, saat menolong korban kecelakaan tunggal di daerah Jakarta Selatan. Ketika sedang menangani pengendara sepeda motor yang terjatuh itu tiba-tiba dia tersadar. Terus ngomong, “Di mana saya? Kenapa saya bisa begini?”.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, juga saat menolong korban kecelakaan tunggal juga di daerah Jakarta Selatan. Ketika sedang menangani pengendara dan penumpang sepeda motor yang terjatuh itu, mereka berdua adalah sepasang kekasih, tiba-tiba si cowok ngomong ke si cewek, “Siapa kamu?”. Ee, si cewek juga ngomong sebaliknya ke si cowok, “Siapa kamu?”.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, saat menolong seorang Bapak yang menabrak pintu kaca di sebuah kantor pemerintahan di Jakarta Selatan. Dahi bapak malang itu robek cukup panjang sehingga mengeluarkan darah yang lumayan banyak. Nah, saat sedang saya obati, bapak itu ngomong, “Di mana saya? Kenapa saya bisa begini?”.&lt;br /&gt;Jadi, lupa ingatan atau pura-pura lupa ingatan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-8706645691565581867?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/8706645691565581867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=8706645691565581867' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/8706645691565581867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/8706645691565581867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/03/lupa-ingatan.html' title='LUPA INGATAN'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-1265792093348890066</id><published>2009-02-19T21:55:00.003+07:00</published><updated>2011-06-14T09:49:53.243+07:00</updated><title type='text'>WAJAH RUMAHSAKIT (3)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-kz2KUXLEY5I/TfbL7BhUtxI/AAAAAAAAAD8/4OmVlVmuicM/s1600/IMG_0448.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-kz2KUXLEY5I/TfbL7BhUtxI/AAAAAAAAAD8/4OmVlVmuicM/s320/IMG_0448.jpg" t8="true" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: trebuchet ms;"&gt;Kami di AGD terutama saya sangat berharap DPR segera mensahkan RUU Rumahsakit. Tentu dampak calon belid ini sangat besar. Sebab, kami tak jarang membawa pasien gawat darurat dan gakin ke rumahsakit untuk mendapat penanganan dan perawatan lebih lanjut.&lt;br /&gt;Bukan sekali dua kali pasien-pasien yang kami bawa tersebut ditolak rumahsakit, meski mereka harus mendapat penanganan segera. Contoh yang saya dan teman alami tahun lalu. Waktu itu kami membawa pasien gakin yang tinggal di Jakarta Selatan ke sebuah rumahsakit di bilangan Jakarta Timur.&lt;br /&gt;Pasien itu sudah beberapa kali menjalani rawat inap di sana. Tentu dengan fasilitas kartu gakin. Cuma, saat itu pasien malang itu ditolak rumahsakit tersebut. Alasannya, tidak ada kamar. Kami menerima alasan tersebut, tapi paling tidak pihak UGD rumahsakit itu menangani pasien tersebut dulu sehingga kondisinya stabil.&lt;br /&gt;Dengan begitu kami bisa membawa pasien tersebut ke rumahsakit lain. Maklum, peralatan kami terbatas. Tapi, apa lacur, pihak UGD tidak melakukan tindakan apapun.&lt;br /&gt;Kesal, akhirnya saya menelepon Dinas Kesehatan DKI. Mendapat laporan dari saya otoritas rumahsakit di Jakarta ini pun menegur rumahsakit tersebut. Tak lama kemudian, petugas UGD rumahsakit itu menangani pasien yang kami bawa. Bahkan, mendapat kamar untuk rawat inap segala.&lt;br /&gt;Itu pengalaman saya. Rekan kerja saya lebih parah lagi. Waktu itu mereka membawa pasien gawat darurat ke sebuah rumahsakit di kawasan Jakarta Selatan. Sampai di UGD tak satupun perawat atau dokter yang menangani pasien itu. Bahkan, mereka cuek saja waktu teman saya mengebrak-gebrak brankar atau tempat tidur pasien. Gila bener!&lt;br /&gt;Tapi, jujur saya mengatakan, tidak semua rumahsakit punya perilaku buruk seperti itu. Ada juga lo rumahsakit yang cepat tanggap menangani pasien gawat darurat. Mereka bahkan member kami insentif kalau membawa pasien ke rumahsakit tersebut. Kalau si pasien mesti menjalani rontgen, kami dikasih insentif lagi. T. O. P. B. G. T kan? Alias top banget bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: trebuchet ms;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-1265792093348890066?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/1265792093348890066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=1265792093348890066' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1265792093348890066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1265792093348890066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/02/wajah-rumahsakit-3.html' title='WAJAH RUMAHSAKIT (3)'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-kz2KUXLEY5I/TfbL7BhUtxI/AAAAAAAAAD8/4OmVlVmuicM/s72-c/IMG_0448.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-7047461324578278276</id><published>2009-02-19T13:18:00.002+07:00</published><updated>2009-02-19T13:21:38.711+07:00</updated><title type='text'>WAJAH RUMAHSAKIT (2)</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bisa jadi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Rumahsakit sampai sekarang masih mangkrak di Departemen Kesehatan kalau saja – tiga tahun yang lalu – enam rumahsakit tidak menolak Muhammad Zulfikri, bayi umur seminggu yang orangtuanya miskin.&lt;br /&gt;Berkat kasus itu, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, yang waktu itu geram bukan kepalang, memerintahkan bawahannya mengebut kelahiran RUU Rumahsakit. Habis, “Saya tidak bisa berbuat apa-apa terhadap keenam rumahsakit itu. Bahaya sekali kalau caranya seperti ini,” kata dia.&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah lewat proses harmonisasi yang panjang di Departemen Hukum dan HAM, calon beleid tersebut melenggang ke Senayan, tempat wakil rakyat bermarkas, pada 2 Juli lalu. Menteri Siti Fadilah sendiri yang menyerahkan RUU Rumahsakit yang terdiri dari 15 Bab dan 58 pasal.&lt;br /&gt;Menteri Kesehatan bilang, calon aturan ini sangat prorakyat kecil. Sebab, setiap rumahsakit wajib memiliki fungsi sosial. Ambil satu contoh, memberikan fasilitas pelayanan pasien tidak mampu. Kemudian, pelayanan gawat darurat tanpa uang muka, dan pelayanan bagi korban bencana alam.&lt;br /&gt;Sekarang ini kan, ungkap Fadilah, kalau mau masuk rumahsakit, orang harus bayar uang muka dulu, termasuk korban gawat darurat. Kalau tidak, ya, tak dilayani. “Dengan adanya RUU Rumahsakit, orang harus ditolong dulu, baru tanya duit,” tandas dia.&lt;br /&gt;Nah, bila rumahsakit tidak mau melakoni fungsi sosial itu, dia bisa kena sanksi. RUU Rumahsakit menyebut, menolak pasien dalam keadaan gawat darurat sehingga menyebabkan kematian atau cacat diancam hukuman penjara lima tahun dan denda Rp 1 miliar.&lt;br /&gt;Selain itu, RUU Rumahsakit juga mewajibkan setiap rumahsakit menyediakan kamar kelas tiga. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) usul rumahsakit swasta harus memiliki minimal 25% dari jumlah kamar keseluruhan. “Kalau Rumahsakit Umum Daerah kelas tiganya harus gratis,” seru Ribka Tjiptaning, Anggota Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan.&lt;br /&gt;Usulan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) malah lebih tinggi lagi, kalau perlu sampai 30% dari kamar di rumahsakit adalah kelas tiga. “Bisa jadi mereka tak bisa mendapat untung dari sini, tapi kan bisa mengambil untung besar dari sisanya yang 70%,” ujar Chairul Anwar, anggota Komisi IX dari Fraksi PKS.&lt;br /&gt;Tapi, dibahas saja belum, calon beleid tersebut sudah mendapat penolakan dari sejumlah rumahsakit, utamanya swasta. Rumahsakit Pondok Indah, misalnya. Mereka minta fungsi sosial disamakan saja dengan corporate social responsibility (CSR). Jadi, “Itu lebih baik ada dalam peraturan pemerintah, bukan undang-undang,” kata CEO Pondok Indah Health Care Group Hermansyur Kartowisastro.&lt;br /&gt;Mereka juga protes soal aturan main pidana dan denda. Memang, “Menolak itu dilarang. Tapi, kalau dikaitkan dengan hasil, ya, jadi sulit. Contoh, karena kamarnya tidak ada, lalu pasien bilang dia ditolak bagaimana? Kan repot?” kilah Hermansyur lagi.&lt;br /&gt;Siloam Hospitals juga minta kejelasan soal pasal tersebut. Soalnya, pengertian menolak itu sangat luas. “Menolak karena kami memang enggak mau menangani, atau memang karena kami enggak punya kemampuan? Atau, karena di sini memang penuh dan kami enggak bisa menampung lagi?” ujar Agus Tanjung, Chief Operating Officer Siloam Hospitals.&lt;br /&gt;Usulan rumahsakit swasta kudu menyediakan kamar kelas tiga minimal 25% juga mendapat protes keras. “Kami akan mati. Bagaimana kami bisa bertahan? Kalau kami hancur, bukannya kesehatan justru makin hancur?” tandas Hermasyah. “Kecuali kami rumahsakit nonprofit,” timpal CEO Siloam Hospitals Pitono Yap.&lt;br /&gt;Untuk yang satu ini, rumahsakit swasta mendapat dukungan dari Departemen Kesehatan. “Angka itu dapat dari mana? Yang penting, mereka harus menyediakan. Soal berapa persennya tidak terlalu penting,” kata Kepala Biro Hukum Departemen Kesehatan Budi Sampurna. Saat ini rumahsakit swasta cuma wajib memiliki kamar kelas tiga sebesar 10%.&lt;br /&gt;Dukungan juga mengalir dari Perhimpunan Rumahsakit Indonesia (Persi). “Rumahsakit yang 100% tidak ada kelas tiga saja bisa rugi, apalagi bila diwajibkan menyediakan 25%. Biar saja rumahsakit berkembang dan mengatur sendiri. Jangan diatur dalam bentuk angka karena akan membatasi gerak mereka,” pinta Ketua Persi Adib A. Yahya.&lt;br /&gt;Tak usah heran kalau kemudian sejumlah rumahsakit swasta besar melobi fraksi-fraksi yang ada di DPR. Tujuannya, membatalkan pasal yang merugikan bisnis rumahsakit swasta. “Ada beberapa rumahsakit swasta yang datang ke kami (Fraksi PKS),” ungkap Chairul.&lt;br /&gt;Anehnya, Chairul menyatakan, ketika rumahsakit swasta diminta menjalankan fungsi sosial, mereka buru-buru bilang bahwa mereka adalah industri. Tapi, sewaktu minta keringanan pajak, dengan cepat mengatakan mereka adalah lembaga sosial.&lt;br /&gt;Hermansyur menolak kalau upaya mereka itu dibilang lobi. “Kalau lobi itu kan kesannya enggak baik. Kami lebih kepada upaya mengajukan keberatan,” kilah dia. Adapun Persi mengaku terang-terangan memang sedang melobi DPR. Tapi, “Dalam hal supaya pajak rumahsakit tidak terlalu berat,” kata Adib.&lt;br /&gt;Terlepas dari pro kontra tersebut, Komisi IX DPR dan Departemen Kesehatan, Rabu (3/9) pekan lalu, sudah setuju bakal mengebut penggodokan RUU Rumahsakit. “Kami sepakat untuk menyelesaikannya pada akhir tahun ini,” ujar Ribka, yang juga menjabat Ketua Komisi IX.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;(S.S. Kurniawan, Ali Imron H., Anastasia Lilin Yuliantina - Tabloid KONTAN Edisi September 2008)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-7047461324578278276?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/7047461324578278276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=7047461324578278276' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7047461324578278276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7047461324578278276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/02/wajah-rumahsakit-2.html' title='WAJAH RUMAHSAKIT (2)'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-3117188954722012873</id><published>2009-02-08T20:36:00.001+07:00</published><updated>2009-02-08T20:38:31.126+07:00</updated><title type='text'>KALAH LENGKAP</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;Mendekati ujung Januari lalu, unit yang saya awaki bersama seorang teman mendapat panggilan darurat. Ada pekerja proyek menara jangkung di kawasan Kuningan yang terjatuh.&lt;br /&gt;Untung saja, hari itu, menjelang malam, Jakarta sedang tidak beraktivitas. Sehingga, kami bisa memacu ambulans kami dengan kecepatan maksimal dan tiba di lokasi kejadian dalam hitungan belasan menit saja.&lt;br /&gt;Rupanya, korban yang terjatuh itu mengalami luka cukup serius di bagian punggung. Setelah memasang peralatan khusus patah tulang termasuk penyangga leher ke pria paruh baya yang malang itu, kami langsung tancap gas menuju rumahsakit di daerah Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;Sampai di UGD rumahsakit tersebut korban langsung ditangani oleh dokter dan perawat jaga. Tapi, kami tidak bisa langsung cabut dari situ untuk kembali ke pos di kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Soalnya, ternyata, UGD rumahsakit itu tidak punya papan penyangga punggung.&lt;br /&gt;Busyet. Rumahsakit sebesar itu tidak punya alat begituan. Kalah lengkap dengan ambulans AGD DKI. Jadilah kami menunggu padahal jam kerja sudah lewat. Satu jam, dua jam, tiga jam kami menunggu. Mendekati jam 10 malam baru kami bisa meninggalkan rumahsakit itu.&lt;br /&gt;Saya bilang ke dokter jaga UGD sambil becanda sebelum pergi, “Dok siapa yang bayar uang lembur kami?”. Sambil tersenyum dia menjawab: “Yang di Atas nanti yang membayar semuanya”. Ah, dokter jago sekali menenangkan hati kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-3117188954722012873?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/3117188954722012873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=3117188954722012873' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/3117188954722012873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/3117188954722012873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/02/kalah-lengkap.html' title='KALAH LENGKAP'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-7790267748574703293</id><published>2009-01-27T16:22:00.001+07:00</published><updated>2009-01-27T16:24:39.734+07:00</updated><title type='text'>MEMALUKAN/MENGGELIKAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;Kalau kembali ke lapangan jadi ingat kejadian dua tahun lalu yang memalukan sekaligus menggelikan kalau mengingatnya. Suatu siang di 2006, kami sedang dalam perjalanan menuju Bela untuk memperbaiki AC ambulans yang kurang dingin.&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan di daerah Kemayoran ada kecelakaan lalulintas. Kami pun menghentikan ambulans dan segera memberi pertolongan. Rupanya, salah satu korban mengalami luka cukup parah sehingga perlu segera di bawa ke rumahsakit.&lt;br /&gt;Tapi, di tengah perjalanan menuju rumahsakit terdekat, mendadak kepala saya puyeng tujuh keliling dan perut mual. Memang, hari itu saya memaksakan diri untuk masuk lantaran badan sedang tidak dalam kondisi prima.&lt;br /&gt;Sambil terus memberikan pertolangan pertama kepada korban, saya melawan rasa sakit itu terutama mual. Namun, pertahanan saya jebol juga. Saya sudah tidak kuat lagi dan minta teman untuk menghentikan laju ambulans.&lt;br /&gt;Sontak saya langsung keluar dan hueks, isi perut pun keluar berhamburan. Dengan muka merah menahan malu sekaligus sakit saya kemudian minta maaf kepada korban kecelakaan lantaran sejatinya saya sedang tidak enak badan. Untungnya, dia mau mengerti.&lt;br /&gt;Memalukan dan menggelikan kalau mengingatnya. He…he…he…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#666666;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-7790267748574703293?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/7790267748574703293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=7790267748574703293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7790267748574703293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7790267748574703293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/01/memalukanmenggelikan.html' title='MEMALUKAN/MENGGELIKAN'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-909251866994890920</id><published>2009-01-23T23:40:00.002+07:00</published><updated>2009-01-24T00:07:20.314+07:00</updated><title type='text'>BACK TO LAPANGAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;Setelah empat bulan mendekam di Bela, sejak awal Januari lalu akhirnya saya kembali bertugas di lapangan. Ambulans menjadi rumah kedua saya. Tempat berlindung di saat panas terik dan hujan badai. Juga, tempat tidur saat kantuk menyergap terutama saat dinas malam.&lt;br /&gt;Maklum, kami tak punya kantor cabang selain Bela. Jadilah kami menumpang, entah itu di pos polisi, kantor pemadam kebakaran, rumahsakit, atau kantor wali kota. Ada yang berbaik hati memberikan ruangan, seperti Rumahsakit Harapan Bunda dan PT Jalan Lingkarluar Jakarta.&lt;br /&gt;Ada juga yang sekadar memberikan lahan parkirnya buat ambulans kami. Tapi, bagi kami itu sudah lebih dari cukup. Yang penting kami juga boleh menumpang ke kamar mandi saat panggilan alam datang.&lt;br /&gt;Cuma, ada juga lo yang setengah hati memberikan kami tempat alias tidak ikhlas. Ya, begitulah nasib hidup menumpang tak punya kantor kecuali Bela seorang.&lt;br /&gt;Tapi, sebagian di antara kami yang mendapat jodoh dari hidup menumpang dan berpindah-pindah tersebut . Kebanyakan sih dengan petugas pemadam kebakaran.&lt;br /&gt;Saya masih betugas di wilayah selatan Jakarta yang punya lima pos: kolam renang Senayan, pos polisi Pancoran, kantor Wali Kota Jakarta Selatan, kantor Pemadam kebakaran Lebak Bulus, dan kantor PT Jalan Lingkarluar Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;tengah malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-909251866994890920?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/909251866994890920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=909251866994890920' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/909251866994890920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/909251866994890920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/01/kembali-ke-lapangan.html' title='BACK TO LAPANGAN'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-4075277038716597416</id><published>2009-01-15T19:02:00.002+07:00</published><updated>2009-01-15T19:07:09.196+07:00</updated><title type='text'>TELEPON NYASAR</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selain telepon iseng, banyak juga, lo, telepon nyasar yang masuk ke operator AGD. Tak jarang suara di seberang sana mengira kami adalah kantor pemadam kebakaran. Mereka minta kami segera mengirim mobil blamwier karena di daerahnya terjadi kebakaran.&lt;br /&gt;Tapi, kami tetap merespon telepon tersebut setelah memberi penjelasan kalau nomor yang mereka hubungi bukan kantor pemadam kebakaran. Kami akan mencatat lokasi terjadinya kebakaran. Kemudian, kami akan mengontak kantor pemadam kebakaran.&lt;br /&gt;Lalu, banyak juga yang mengira kami juga melayani ambulans jenazah. Sering sekali telepon beginian masuk. Tapi, lagi-lagi kami merespon telepon itu, tentunya, setelah memberi penjelasan kami cuma melayani pasien hidup saja.&lt;br /&gt;Kebetulan kami memang sudah mengantisipasi untuk menghadapi telepon yang butuh ambulans jenazah. Sejumlah nomor perusahaan yang menyediakan layanan ini sudah kami pegang. Jadi, kami tinggal memberitahu ke yang membutuhkan saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-4075277038716597416?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/4075277038716597416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=4075277038716597416' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/4075277038716597416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/4075277038716597416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/01/telepon-nyasar.html' title='TELEPON NYASAR'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-2779596117169579256</id><published>2009-01-02T17:56:00.005+07:00</published><updated>2009-01-24T00:39:16.512+07:00</updated><title type='text'>WAJAH RUMAHSAKIT</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ini salah satu kisah yang bikin saya mengelus dada sewaktu bertugas sebagai operator AGD. Desember lalu, suara telepon di seberang meminta satu unit ambulans untuk membawa anggota keluarganya yang sakit ke sebuah rumahsakit di daerah Jakarta Barat. Kami pun segera meluncurkan ambulans ke sana.&lt;br /&gt;Saya pun mengontak rumahsakit tersebut lantaran pihak keluarga menginginkan anggota keluarganya yang sakit itu dirawat di sana. Tujuannya, memberitahu pihak rumahsakit bahwa akan ada pasien yang mengarah ke rumah sakit tersebut yang dibawa ambulans kami.&lt;br /&gt;Apa lacur, jawaban seorang wanita di ujung telepon ini sangat ketus. Sambil setengah berteriak, dia bilang, sudah tidak ada kamar lagi. Perempuan itu meminta kami untuk membawa pasien itu ke rumahsakit lain saja.&lt;br /&gt;Saya dan semua operator di AGD sudah biasa mendapat semprotan semacam itu. Maklum, kami sering membawa pasien Gakin alias keluarga miskin. Makanya, banyak rumahsakit yang menolak dengan alasan kamar sudah penuh.&lt;br /&gt;Mungkin staf rumahsakit tersebut mengira kami membawa pasien Gakin. Tapi, saya tidak bisa memenuhi permintaan rumahsakit itu karena keluarga pasien ingin anggota keluarganya yang sakit dirawat di sana.&lt;br /&gt;Cerita teman yang bertugas membawa pasien tersebut, perawat jaga di Instalasi Gawat Darurat rumahsakit itu langsung pasang muka asem begitu ambulans tiba. Tapi, begitu tahu kalau pihak keluarga ingin agar anggota keluarganya yang sakit itu dirawat di kamar VIP baru mereka pasang muka manis.&lt;br /&gt;Ya, beginilah salah satu wajah rumahsakit di Indonesia. Hanya bersahabat bagi kalangan yang berduit saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-2779596117169579256?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/2779596117169579256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=2779596117169579256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/2779596117169579256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/2779596117169579256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2009/01/wajah-rumahsakit.html' title='WAJAH RUMAHSAKIT'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-8159995508947234425</id><published>2008-12-11T14:34:00.002+07:00</published><updated>2008-12-11T14:42:58.268+07:00</updated><title type='text'>PANGGILAN PALSU</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Pekerjaan yang paling menyebalkan sewaktu duduk di kursi operator adalah menerima telepon dari orang iseng. Biasanya, telepon yang beginian datangnya lepas tengah malam. Tak cuma jadi monopoli orang dewasa saja, sesekali suara telepon iseng di ujung sana juga berasal dari anak-anak.&lt;br /&gt;Hanya, pernah ada telepon masuk yang ujung-ujungnya menipu kami mentah-mentah. Suatu siang di bulan November 2008, ada telepon datang dari seseorang yang mengaku staf klinik di bilangan Depok. Dia bilang ingin memindahkan perawatan anggota keluarganya dari klinik tersebut ke sebuah rumah sakit di Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;Seperti biasa, sebelum meluncurkan unit ke sana kami mencari letak pasti klinik itu lewat peta elektronik. Tujuannya, untuk memudahkan unit mencapai titik sasaran. Kami juga mengontak rumah sakit tersebut untuk memastikan pasien sudah mendapat ruangan di sana.&lt;br /&gt;Tapi, anehnya alamat klinik itu tidak terdapat di peta. Tapi, yang buat kami yakin mengirim unit ke sana lantaran rumah sakit membenarkan staf klinik itu sudah memesan kamar buat anggota keluarganya. Lagian, kami pikir mungkin peta belum meng-&lt;em&gt;update&lt;/em&gt; keberadaan klinik tersebut.&lt;br /&gt;Jadilah, ambulans kami yang sehari-hari nge-pos di kawasan Jakarta Selatan meluncur ke sana. Dan, betul saja yang kami khawatirkan terjadi. Ternyata klinik itu fiktif. Unit kami sudah mengubek-ubek alamat tersebut selama satu jam dan tanya-tanya ke warga sekitar tapi tidak ketemu juga.&lt;br /&gt;Karuan saja saya dibuat gondok. Maklum, saya adalah penanggung jawab untuk regu operator yang dinas hari itu. Buruan saja saya kontak nomor telepon orang itu. Tapi ternyata, tidak nyambung-nyambung. Rupanya, lagi-lagi dia memberikan nomor palsu. Gila benar! Orang itu benar-benar niat dan mempersiapkan scenario untuk mengerjai kami.&lt;br /&gt;Saya tidak habis pikir dengan orang iseng tersebut. Andai saja siang itu ada panggilan gawat darurat dan unit yang tersisa adalah ambulans yang menuju klinik fiktif itu. Bagaimana? Sebab, bisa saja nyawa orang lain melayang gara-gara kami ditipu mentah-mentah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;siang di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-8159995508947234425?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/8159995508947234425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=8159995508947234425' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/8159995508947234425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/8159995508947234425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/12/panggilan-palsu.html' title='PANGGILAN PALSU'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-7502302159016215187</id><published>2008-12-08T19:59:00.004+07:00</published><updated>2008-12-09T16:45:23.318+07:00</updated><title type='text'>OPERATOR AGD DKI</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/ST4o-jbH12I/AAAAAAAAABA/RlI3HmlIqso/s1600-h/ambulans2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277700868450801506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 130px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/ST4o-jbH12I/AAAAAAAAABA/RlI3HmlIqso/s200/ambulans2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Sudah tiga bulan ini saya duduk di kursi operator. Istilahnya, naik ke Bela. Tugasnya, menerima telepon yang masuk dan menjawab suara di ujung telepon sana yang membutuhkan unit Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta (AGD DKI).&lt;br /&gt;Ya, semua paramedis di AGD mendapat giliran bertugas sebagai operator. Biasanya, sekitar tiga bulan. Tugas ini memang harus dilakoni paramedis. Sebab, kami tidak sekadar menerima telepon dan meneruskannya ke unit-unit ambulans yang sedang berjaga.&lt;br /&gt;Operator juga memberikan panduan-panduan. Semisal, kalau ada panggilan darurat kecelakaan lalu lintas dengan korban parah. Kami akan memberikan meminta penelpon untuk tidak memindahkan korban sampai ambulan tiba di lokasi.&lt;br /&gt;Soalnya, kalau ternyata korban mengalami patah leher, upaya pemindahan yang tidak benar bisa menyebabkan kematian. Itu sebabnya, tugas operator mesti dijalani seorang paramedis yang juga akan memandu penelpon melakukan pertolangan pertama kepada korban.&lt;br /&gt;Operator AGD DKI siaga 24 jam penuh. Tinggal tekan &lt;span style="color:#000000;"&gt;118&lt;/span&gt; saja. Nomor ini bisa diakses gratis, baik melalui telepon rumah maupun genggam yang memakai kartu keluaran Telkomsel. Atau, kami bisa dihubungi di nomor: &lt;span style="color:#000000;"&gt;021-65303118&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;AGD DKI Selamat Pagi, Siang dan Malam...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-7502302159016215187?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/7502302159016215187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=7502302159016215187' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7502302159016215187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7502302159016215187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/12/operator-agd-dki.html' title='OPERATOR AGD DKI'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/ST4o-jbH12I/AAAAAAAAABA/RlI3HmlIqso/s72-c/ambulans2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-6233386389449170252</id><published>2008-12-04T18:42:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T18:43:34.573+07:00</updated><title type='text'>CINTA PROFESI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Ini salah satu kisah pahit yang pernah saya bersama sekitar 300 rekan kerja lainnya sewaktu menjadi paramedis Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Kami pernah sempat tidak mendapat gaji selama enam bulan berturut-turut, sepanjang Januari sampai Juni di 2007 dan 2008.&lt;br /&gt;Kejadian tahun lalu kami sangat mafhum. Ketika itu kami sedang masa transisi setelah lepas dari Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118. Hebatnya, selama enam bulan itu kami tidak memiliki pemimpin lantaran Dinas Kesehatan belum betul-betul mengambil alih pengelolaan Ambulans Gawat Darurat. Tapi, operasional tetap jalan seperti biasa.&lt;br /&gt;Sedang yang tahun ini, awalnya kami maklum alasan penundaan pembayaran gaji karena anggaran yang belum turun dari Pemerintah DKI. Kejadian yang sama juga dialami pegawai harian lepas dan kontrak di dinas-dinas lainnya seperti Dinas Pemadam Kebakaran. Biasanya, bulan ketiga akan menerima rapelan dari Januari.&lt;br /&gt;Tapi ternyata, bulan ketiga, keempat, kelima dan keenam lewat, rapelan yang dijanjikan tak kunjung datang. Harapan itu datang setelah Liputan Enam Siang SCTV memuat wawancara salah satu rekan kami yang menyatakan paramedis Ambulans Gawat Darurat DKI Jakarta belum menerima gaji selama enam bulan. Dan, benar saja gaji pun turun.&lt;br /&gt;Meski gaji selalu datang terlambat, tak banyak dari kami yang mundur dari Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan DKI. Paling hanya segelintir orang saja. Bahkan, ada yang menolak tawaran gaji tiga sampai empat kali lipat asal mau bekerja di tempat lain. Mungkin, kami sudah terlalu cinta dengan profesi ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-6233386389449170252?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/6233386389449170252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=6233386389449170252' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6233386389449170252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6233386389449170252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/12/cinta-profesi.html' title='CINTA PROFESI'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-6688280676277376936</id><published>2008-11-24T18:12:00.005+07:00</published><updated>2008-12-04T16:06:37.200+07:00</updated><title type='text'>MUSUH UTAMA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;Kemacetan menjadi musuh utama sewaktu kami menjalani tugas. Yang kedua, pengguna jalan raya yang enggan memberi kami jalan. Ini bukan sekali dua kali saya alami. Makanya, maaf-maaf saja kalau sering keluar kata-kata tidak menggenakkan dari mulut saya. Hehehe.&lt;br /&gt;Tapi, saya terpaksa melakukan itu, mungkin juga teman-teman seprofesi lainnya. Sebab, ini menyangkut nyawa orang lain. Dan sebetulnya, sangat keterlaluan bagi siapa saja yang dengan sengaja menghalang-halangi atau tidak mau minggir ketika ambulans dengan suara sirene yang meraung-raung ada di belakangnya.&lt;br /&gt;Seperti yang pernah saya alami ketika akan menjemput pasien dalam kondisi merah di sebuah perumahan di bilangan Jakarta Selatan. Waktu itu ada pengendara motor yang tidak mau minggir, malah dengan santainya berjalan pelan. Sirene sudah menjerit-jerit ditambah klason yang ikut menyalak, tapi bikers itu tetap cuek.&lt;br /&gt;Begitu ada kesempatan menyalip itu motor, rekan saya yang membawa ambulans langsung memepetnya. Saya langsung buka kaca sambil berteriak marah. Setelah itu ambulans langsung tancap gas. Nguing…nguing…nguing…&lt;br /&gt;Tapi, di lain kesempatan pernah ambulans yang saya awaki terpaksa menyenggol pantat motor lantaran ndablek tidak mau memberi kami jalan. Ketika itu, sedang lampu merah, tapi ada sedikit ruang buat kami lewat dengan memakai sebagian badan trotoar. Tapi, biker itu dengan cuek-nya tidak mau meminggirkan motornya padahal ada ruang cukup luas di sebelah kanannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;Asal tahu saja, kami tidak akan pernah meminta jalan apalagi sok-sokan dengan menyalakan sirene bila keadaannya tidak gawat darurat. Ini sudah menjadi prosedur tetap Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan DKI Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;Lagian, Peraturan Pemerintah Nomor 43/1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan menyebut, pemakai jalan wajib mendahulukan mobil pemadam kebakaran dan ambulans yang sedang bertugas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-6688280676277376936?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/6688280676277376936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=6688280676277376936' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6688280676277376936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6688280676277376936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/11/musuh-utama.html' title='MUSUH UTAMA'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-1274637149604726962</id><published>2008-11-12T22:26:00.003+07:00</published><updated>2008-11-12T22:42:47.106+07:00</updated><title type='text'>TANGIS BAYI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tangis bayi yang baru berumur dua hari itu pecah di dalam ambulans yang saya awaki di medio 2006 lalu. Ini sebuah mukjizat sebab sudah dua hari orok tidak pernah menangis.&lt;br /&gt;Begitu lahir di sebuah rumahsakit di bilangan Jakarta Timur memang bayi itu sempat menangis. Tapi, setelah itu dia terdiam. Makanya, dokter yang merawatnya memerintahkan orok malang tersebut dirawat secara intensif di ruangan ICU.&lt;br /&gt;Tapi, tak ada tempat lagi buat si bayi di ICU rumahsakit itu. Terpaksa, orang tuanya harus memindahkan dia ke rumahsakit lain, juga di daerah Jakarta Timur. Karena itu, mereka mengontak Ambulans 118 untuk membantu pemindahan anaknya.&lt;br /&gt;Jujur, saya bersama rekan sempat tidak enak hati meminta biaya ke orang tua bayi tersebut lantaran jarak rumahsakit yang dituju hanya sepelemparan batu. Paling lima menit juga sampai. Makanya, saya bilang baik-baik ke orang tua baik kalau sebetulnya kami tidak ingin memungut biaya sepeser pun. Cuma, lantaran tugas ini atas perintah kantor kami tidak bisa mengelak. Mereka pun memahami perasaan kami.&lt;br /&gt;Setelah semua urusan administrasi beres, ambulans pun meluncur ke rumahsakit tujuan. Tak lama kemudian mukjiizat itu terjadi, sang bayi menangis hebat. Kami sempat dibuat terbengong-bengong melihat keajaiban ini.&lt;br /&gt;Mukjizat ini yang membawa bayi itu cukup menjalani perawatan di ruang biasa. Tidak perlu sampai di ICU segala. Mungkin ini jawaban Tuhan atas perasaan saya dan rekan yang sempat tidak enak hati itu karena jarak yang pendek tapi tetap ditarik biaya.&lt;br /&gt;Si orang tua bayi memang mesti keluar ongkos ambulans, tapi mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya yang berlipat-lipat lagi untuk perawatan anaknya di ruang ICU.&lt;br /&gt;Sebelum kami meninggalkan rumahsakit tersebut, ayah sang bayi mengucapkan banyak-banyak terima kasih ke kami. Bahkan, dia meminta kami untuk memberi nama pada anaknya. Tapi, permintaan ini kami tolak. Dalam hati saya hanya bisa berbisik:&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Terima Kasih Tuhan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-1274637149604726962?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/1274637149604726962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=1274637149604726962' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1274637149604726962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1274637149604726962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/11/tangis-bayi.html' title='TANGIS BAYI'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-1462866763940053783</id><published>2008-11-10T18:22:00.002+07:00</published><updated>2008-11-10T18:28:32.531+07:00</updated><title type='text'>TABRAKAN MAUT</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Masih ingat kejadian mobil Honda Jazz yang ditumpangi seorang penyanyi muda menghajar ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan DKI Jakarta di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, awal Juni lalu. Peristiwa ini ramai diberitakan infotaiment ketika itu.&lt;br /&gt;Jujur, kasus kecelakaan tersebut menjadi salah satu alasan saya melahirkan blog&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Catatan Harian Paramedis&lt;/span&gt;. &lt;span style="color:#000000;"&gt;Kalau saja warga Jakarta atau orang lain yang kebetulan sedang berada di daerah khusus ibukota ini tahu keberadaan kami, tugas kami, pastilah kejadian tabrakan maut itu tidak terjadi.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan peristiwa yang saya alami tahun ini, hanya beberapa pekan sebelum tabrakan yang akhirnya menewaskan pasien yang sedang dibawa ambulans naas tersebut.&lt;br /&gt;Di suatu siang, ambulans yang saya awaki diseruduk motor dari samping ketika membawa pasien yang butuh penanganan segera di rumah. Sirene sudah meraung-raung dan lampu mobil depan menyala—ini tanda kami sedang mengangkut pasien dalam kondisi merah—bahkan polisi sudah meminta mobil dan motor berhenti untuk memberi kesempatan ambulans lewat. Tapi, kenyataannya masih juga ada orang yang nekad sampai-sampai menabrak ambulans kami.&lt;br /&gt;Sebelumnya, ambulans yang saya awaki nyaris saja dihajar mobil yang melaju kencang di jalur busway. Waktu itu, ambulans saya sedang memutar arah untuk menjemput pasien. Setelah menengok kanan-kiri dan tak ada gelagat busway mau lewat, kami pun tancap gas. Tiba-tiba datang dari arah kiri mobil. Kalau saja si sopir tidak cekatan, pastilah: brak…. Sedan itu menghantam kami.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Jadi, Beri Ambulans Gawat Darurat Jalan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#000000;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-1462866763940053783?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/1462866763940053783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=1462866763940053783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1462866763940053783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1462866763940053783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/11/masih-ingat-kejadian-mobil-honda-jazz.html' title='TABRAKAN MAUT'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-771608648122458039</id><published>2008-11-06T16:35:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T16:36:55.320+07:00</updated><title type='text'>ANAK ANGKAT</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;Saya berusaha sekuat mungkin menahan supaya air mata ini tidak jatuh. Soalnya, kata-kata yang meluncur dari mulut ibu itu betul-betul membuat saya terharu. “Put, mau tidak menjadi anak angkat saya?,” katanya mantap suatu siang di 2006.&lt;br /&gt;Perempuan paruh baya yang hampir membuat saya menangis haru itu adalah orang yang sering kami antar dengan ambulans untuk berobat rutin ke rumah sakit. Entah kenapa, si ibu lebih senang kalau saya yang mendampinginya sewaktu kontrol. Setiap kali ingin ke rumah sakit, dia selalu meminta ambulans yang diawaki saya.&lt;br /&gt;Ibu tadi tinggal sendiri di sebuah rumah besar dan mewah di daerah Jakarta Selatan. Anak-anaknya sudah menikah dan memilih tidak tinggal satu atap lagi dengan bunda mereka. Mungkin merasa kesepian, dia meminta saya menjadi anak angkatnya. Tapi, saya tidak tahu atau bertanya ke ibu itu: kenapa memilih saya?&lt;br /&gt;Tugas membawa saya harus masuk kandang. Maksudnya, BELA. Saya kena giliran naik ke operator. Bekerja di balik meja, menerima telepon yang masuk. Jadi, tak bisa lagi memenuhi permintaan ibu tadi untuk mendampinginya kala cek up rutin ke rumah sakit.&lt;br /&gt;Begitu kembali ke lapangan, saya tidak pernah lagi mendapat perintah dari BELA untuk mengantar ibu tersebut control rutin. Bisa jadi, dia sudah betul-betul sembuh. Tapi, tawaran menjadi anak angkat itu masih membekas sampai sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-771608648122458039?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/771608648122458039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=771608648122458039' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/771608648122458039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/771608648122458039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/11/anak-angkat.html' title='ANAK ANGKAT'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-2361546824427000102</id><published>2008-10-30T14:12:00.001+07:00</published><updated>2008-10-30T14:15:39.184+07:00</updated><title type='text'>RESIKO TUGAS</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setiap pekerjaan selalu ada resiko. Bahkan, resiko yang berujung pada kematian sekalipun. Tak terkecuali paramedik. Resiko ini selalu mengintip saban kali kami menjalani tugas. Apa yang saya alami hanya salah satu contoh saja.&lt;br /&gt;Kejadiannya sewaktu kami menolong korban luka dalam kecelaakaan kereta api di Stasiun Kebayoran Lama, pada Maret 2006 lalu. Jumlah korban yang banyak, sedang ambulans yang tiba di lokasi baru tiga unit, memaksa kami mengangkut lebih dari satu pasien dalam satu mobil.&lt;br /&gt;Tapi, ketika ambulans akan bergerak menuju rumahsakit terdekat, seorang korban berbuat ulah. Dia berteriak lantang sambil menuduh semua korban akan dimintai duit begitu tiba di rumahsakit. Kontan saja, pernyataan itu menyulut kemarahan orang-orang yang ada di lokasi kecelakaan. Puluhan orang langsung mengepung ambulans kami.&lt;br /&gt;Untung saja, seorang teman langsung bertindak cepat. Dengan berteriak keras bak petir di siang bolong, dia bilang pertolongan yang kami berikan cuma-cuma alias gratis. Dan, meminta korban yang memfitnah kami untuk turun kalau tidak mau dibantu.&lt;br /&gt;Korban lain yang sudah ada di dalam mobil kompak membenarkan pernyataan teman saya tadi, kalau ambulans ini memberikan pelayanan gratis. Mendengar itu, orang-orang yang tadi mengepung ambulans kami berangsur-angsur membubarkan diri dan memberi jalan.&lt;br /&gt;Nasib saya masih lebih baik. Dua kawan lainnya mesti babak belur lantaran digebukin sewaktu hendak menolong korban kecelakaan di sekitar Pasar Senin. Sudah bonyok, dompet, sepatu dan hape lenyap. Gilanya lagi, massa yang beringas nyaris saja membakar ambulans. Beruntung, ada pegawai Pemda DKI yang melintas dan langsung menyelamatkan ambulans.&lt;br /&gt;Teman yang bertugas mengantar pasien dari sebuah rumahsakit di Jakarta Timur ke rumahsakit lainnya di daerah yang sama harus dapat makian plus tamparan dari keluarga pasien. Alasannya, ambulans yang teman saya bawa lelet. Padahal, jarak yang jauh plus macet ditempuh dalam tempo 15 menit dan pasien juga tidak dalam kondisi gawat.&lt;br /&gt;Tapi, ini semua resiko yang mesti kami tanggung, meski nyawa menjadi taruhan. Hanya, yang saya sesalkan semua itu terjadi lantaran mereka tidak tahu apa yang telah, akan dan terus kami perbuat untuk menolong orang. &lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Tanpa pamrih. Tanpa pamrih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;siang di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-2361546824427000102?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/2361546824427000102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=2361546824427000102' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/2361546824427000102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/2361546824427000102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/10/resiko-tugas.html' title='RESIKO TUGAS'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-2067582981535144556</id><published>2008-10-28T17:39:00.003+07:00</published><updated>2008-10-28T17:44:41.671+07:00</updated><title type='text'>SEBUAH MUKJIZAT</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ini yang biasa disebut orang mukjizat. Kejadian persisnya kapan? Saya lupa. Tapi yang pasti di medium 2006 lalu. Seperti biasa, pekerjaan diawali dari dering telpon yang berasal dari Bela. Perintahnya, meluncur ke rumahsakit di kawasan Jakarta Selatan untuk membawa pasien jantung yang sedang tak sadarkan diri ke rumah sakit khusus jantung.&lt;br /&gt;Begitu tiba di rumah sakit, dokter yang merawat meminta kami untuk segera membawa pasien tersebut. Tapi, permintaan tersebut kami tolak lantaran keluarga korban masih mengurus administrasi kepindahan. Kelihatannya si dokter khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk karena pasien sudah tak sadarkan diri, pikir saya waktu itu.&lt;br /&gt;Setelah keluarga menyelesaikan urusan administrasi, pasien yang tidak sadarkan diri itu kami bawa ke ambulans. Saya langsung memasukkan selang oksigen ke lubang hidung pasien dengan kadar yang lebih tinggi ketimbang yang diberikan pihak rumahsakit.&lt;br /&gt;Mukjizat. Puji Tuhan. Tak lama setelah ambulans kami meluncur, pasien lelaki paruh baya itu tersadar. Bahkan, sempat mengucapkan terima kasih ketika kami akan meninggalkan rumah sakit khusus jantung yang akan melakukan perawatan lanjutan pasien tersebut. Terima kasih Tuhan.&lt;br /&gt;Cerita ini cuma salah satu contoh mukjizat yang terjadi ketika saya bertugas. Masih ada lagi. Dan banyak lagi mukjizat lain yang dialami teman-teman rekan seprofesi saya. Tentu sebuah kebanggaan bisa menolong orang, apalagi sampai menyelamatkan nyawa seseorang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-2067582981535144556?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/2067582981535144556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=2067582981535144556' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/2067582981535144556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/2067582981535144556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/10/sebuah-mukjizat.html' title='SEBUAH MUKJIZAT'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-8172076602471051962</id><published>2008-10-21T17:43:00.003+07:00</published><updated>2008-10-21T17:50:18.671+07:00</updated><title type='text'>KONDISI MERAH</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Suatu siang di 2008, saya mendapat perintah untuk segera meluncur ke sebuah rumahsakit di kawasan Jakarta Selatan. Ada tugas untuk membawa pasien bayi dengan kondisi “merah” alias gawat dari rumahsakit tersebut ke rumahsakit lain di daerah Jakarta Timur.&lt;br /&gt;Soalnya, dokter di rumahsakit itu sudah angkat tangan. Tapi, anehnya mereka tidak melakukan tindakan apapun terhadap si bayi yang memang keadaannya sudah kritis sebelum di bawah ke rumahsakit tersebut.&lt;br /&gt;Sang dokter malah menganggap kami nekad lantaran berani membawa si orok ke rumahsakit yang jaraknya lumayan jauh. Sebab, bukan tidak mungkin nyawa sang bayi melayang dalam perjalanan. Ya, paling tidak kami berusaha untuk menyelamatkan si jabang bayi, pikir saya waktu itu. Lagian, sudah menjadi tugas kami membawa korban dalam kondisi gawat sesuai nama institusi: Ambulans Gawat Darurat.&lt;br /&gt;Karena itu, kami menjelaskan resiko buruk yang mungkin terjadi lebih dulu kepada keluarga pasien. Cuma, selama perjalanan kami akan terus melakukan pertolongan pertama . Dan, mereka menerima dan siap menghadapi kenyataan pahit itu.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, ambulans langsung melesat menembus jalan di ibukota yang sedang padat merayap. Tapi, di tengah perjalanan kondisi sang bayi makin memburuk. Kami lantas menyarankan ke keluarga untuk membawa si orok ke rumah sakit terdekat.&lt;br /&gt;Tapi, Tuhan berkehendak lain. Tak lama setelah mendapat pertolongan di rumahsakit tersebut, si bayi menghembuskan nafas terakhirnya. Saya langsung lemas, ikut larut dalam kesedihan keluarga sang bayi. Yang bikin saya berbesar hati, kami sudah berusaha sekuat tenaga menyelamatkan nyawa orok malang itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-8172076602471051962?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/8172076602471051962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=8172076602471051962' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/8172076602471051962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/8172076602471051962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/10/kondisi-merah.html' title='KONDISI MERAH'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-6485398980457367497</id><published>2008-09-19T23:45:00.005+07:00</published><updated>2008-10-30T13:46:31.543+07:00</updated><title type='text'>MAYDAY... MAYDAY</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Tugas sebagai paramedis tak selalu harus dilakoni saat jam kerja saja. Kami juga mesti siap merelakan hari libur begitu panggilan darurat datang. Contoh, waktu bencana tsunami menyapu Aceh dan gempa bumi meluluh-lantakkan Jogjakarta.&lt;br /&gt;Itu juga yang terjadi pada saya sewaktu dua kereta listrik bertabrakan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 30 Juni 2005 lalu. Banyaknya jumlah korban luka yang masuk ke Unit Gawat Darurat membuat Rumahsakit Pasar Rebo kewalahan.&lt;br /&gt;BELA meminta saya meluncur segera ke Rumahsakit Pasar Rebo untuk membantu menangani para korban. Kebetulan kos saya letaknya di belakang rumah sakit milik Pemerintah DKI Jakarta ini. Sebagian rekan yang semestinya bertugas membawa korban luka dari lokasi kejadian ke rumahsakit juga diminta tetap bertahan di Rumahsakit Pasar Rebo untuk membantu penanganan korban.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;&lt;br /&gt;Cuma, tidak selamanya panggilan darurat yang datang untuk merampas hari libur kami, lo. Justru lebih banyak yang bikin kami happy. Menjaga konser penyanyi ternama asal luar negeri, misalnya. Sudah nonton pertunjukan gratis, dapat uang lelah lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#3366ff;"&gt;Tapi intinya, kami mesti siap menjalani perintah yang datang, apapun jenis panggilan yang datang, meski merenggut hari libur. Terutama panggilan darurat. Mayday... mayday... mayday &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#3366ff;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-6485398980457367497?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/6485398980457367497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=6485398980457367497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6485398980457367497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6485398980457367497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/09/mayday-mayday.html' title='MAYDAY... MAYDAY'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-5536128966925371974</id><published>2008-09-05T22:51:00.002+07:00</published><updated>2008-09-05T22:54:57.047+07:00</updated><title type='text'>WAJAH JAKARTA</title><content type='html'>&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tak melulu panggilan darurat yang datang. Contohnya, suatu siang di 2006. Ketika itu saya sedang berjaga di Pos Polisi Lalu Lintas Pancoran. Perintah dari BELA, kami mesti segera meluncur ke daerah di Jakarta Selatan untuk membawa pasien yang sedang menderita penyakit gula ke rumah sakit. Tapi, orang ini tidak butuh penanganan segera.&lt;br /&gt;Toh, bukan berarti kami menjalani tugas ini dengan santai. Buktinya, saya minta tolong teman yang waktu itu bertugas membawa ambulans motor dan kebetulan sedang ngepos bareng kami di Pancoran. Tujuannya, untuk membantu membuka jalan lantaran jalanan di Jakarta siang itu padat merayap.&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, kami tiba di lokasi. Apa lacur, pemandangan yang memilukan ada di depan mata. Seorang bapak tergolek lemah di kamarnya dengan luka membusuk akibat penyakit gula. Bau pesing juga menyeruak di sana. Tampaknya, keluarga tidak terlalu merawat bapak itu.&lt;br /&gt;Sikap tidak peduli keluarga si bapak juga kelihatan waktu kami berusaha memindahkannya ke tempat tidur dorong. Tidak ada satu pun yang membantu. Soal tidak ada yang membantu kami sih sudah terbiasa. Tapi, yang bikin saya miris, mereka hanya melihat dari kejahuan. Mendekat ke pintu pun tidak.&lt;br /&gt;Tak mau ambil pusing, kami pun segera membawa bapak itu ke dalam ambulans. Sejurus kemudian, kami tancap gas menuju rumah sakit, tetap dengan kawalan motor ambulans. Wuss….. Berharap salah satu wajah Jakarta ini tidak lagi saya jumpai dalam tugas-tugas mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-5536128966925371974?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/5536128966925371974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=5536128966925371974' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/5536128966925371974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/5536128966925371974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/09/saya-miris.html' title='WAJAH JAKARTA'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-7449760930622938023</id><published>2008-09-01T20:17:00.004+07:00</published><updated>2008-09-01T20:32:56.522+07:00</updated><title type='text'>KERINGAT JAGUNG</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;"&gt;Hari-hari awal bekerja sebagai kru Ambulans 118 cuma diisi kegiatan ngobrol, makan dan tidur di pos. Soalnya, tak ada satu pun panggilan yang mampir dari BELA. Maklum, belum banyak warga Jakarta yang tahu keberadaan kami, meski sering wara-wiri di jalan-jalan ibukota. Ini buntut minimnya sosialisasi, baik itu dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebagai pemilik, dan Yayasan Ambulans Gawat darurat 118 sebagai pengelola.&lt;br /&gt;Sampai kemudian, di suatu siang, telepon genggam saya menyalak dengan nyaring sehingga membuyarkan lamunan. Nomor yang tertera: BELA. Suara di ujung telepon memberi perintah yang isinya, kami harus segera meluncur ke daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sebab, ada korban yang terjatuh dari atap rumah yang butuh pertolongan cepat. Istilahnya, &lt;em&gt;on call&lt;/em&gt;, kalau kami mendapat panggilan gawat darurat semacam ini.&lt;br /&gt;Karuan saja, kami langsung tancap gas ke lokasi. Sirene mobil kami bikin meraung-raung supaya kendaraan yang ada di depan kami minggir untuk sesaat. Untung saja, jalanan ibukota tak terlalu macet sehingga kami sampai di lokasi dengan cepat. Korban yang bekerja sebagai tukang bangunan ketika itu sudah tergolek lemah dengan kondisi kaki patah. Setelah melakukan pertolongan pertama, kami langsung membawanya ke ambulans.&lt;br /&gt;Belum juga mesin mobil dihidupkan, kerabat korban meminta kami mengarahkan ambulans ke dukun patah tulang yang juga masih berada di bilangan Jakarta Selatan, bukan ke rumah sakit. Apesnya, jalan menuju ke sana padat merayap. Sampai-sampai tak ada ruang untuk menyalip kendaraan di depan yang mengular panjang. Sirene yang menjerit keras tidak membantu sama sekali.&lt;br /&gt;Keringat segede biji jagung pun mengucur deras. Rasa panik menyergap. Maklum, ini pengalaman pertama membawa pasien dan langsung yang kondisinya gawat. Untungnya, ada motor patroli polisi lewat. Bapak polisi yang baik itu membantu kami menembus kemacetan siang itu. Mobil-mobil yang tadinya enggan sedikit menyingkir, akhirnya memberi ruang buat kami. Ambulans pun meluncur dengan mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-7449760930622938023?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/7449760930622938023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=7449760930622938023' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7449760930622938023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/7449760930622938023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/09/keringat-jagung.html' title='KERINGAT JAGUNG'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-317196389113317097</id><published>2008-07-11T16:59:00.003+07:00</published><updated>2008-07-11T17:03:56.153+07:00</updated><title type='text'>PENDIDIKAN DASAR</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000000;"&gt;Setelah melewati serangkaian tes termasuk ujian mengemudi di simulator milik Direktorat Lalu Lintas Mabes Polri, akhirnya, pada Oktober 2004 saya bergabung dengan Ambulans Gawat Darurat 118—sekarang Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Tapi, belum resmi lantaran masih ada satu ujian lagi yang mesti dilewati: Pendidikan Dasar.&lt;br /&gt;Dikdas-- begitu Pendidikan Dasar populer disebut--merupakan tahapan ujian untuk mendapatkan brevet paramedis. Awalnya, saya mesti mengikuti kelas pengenalan Ambulans 118 dan kegawat daruratan selama sepekan lebih di kantor Ambulans 118 yang terletak di kawasan Sunter Jakarta Pusat--kami menyebutnya BELA.&lt;br /&gt;Setelah itu, Dikdas lanjutan digelar di kaki bukit Gunung Salak selama tiga hari. Ini mirip perpeloncoan sewaktu masa kuliah di Akademi Keperawatan dulu. Habis, ada acara marah-marahan segala, selain tentunya hukuman fisik. Tapi, tujuan utamanya adalah menggembleng mental dan fisik kami. Sebab nantinya, kami tidak hanya bertugas di seputaran Jakarta saja. Kami juga harus siap dikirim ke daerah lain sewaktu bencana meluluh-lantakkan wilayah tersebut.&lt;br /&gt;Dan, terbukti sewaktu tsunami melumat Aceh dan gempa bumi memporak-podandakan Jogjakarta, Ambulans 118 mengirim paramedis ke lokasi bencana. Itu sebabnya, ketika Dikdas di kawasan Bogor tersebut ada acara mengevakuasi korban yang jatuh ke jurang.&lt;br /&gt;Saya pun lolos dari tahapan akhir ini dan berhak menyandang gelar paramedis. Dikdas menjadi modal awal saya mengemban tugas sebagai kru Ambulans 118. Saya resmi mulai melakoni profesi ini menjelang tutup tahun 2004. Dan, bertugas di wilayah Jakarta Selatan yang waktu itu punya enam pos: Pos Polisi Pancoran, Kantor Walikota Jakarta Selatan, Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan, Kantor PT Jalan Lingkarluar Jakarta, Pos Polisi Tanjung Barang dan Pos Polisi Kuningan.&lt;br /&gt;Saban dua pekan sekali kami rotasi untuk menempati pos-pos tersebut. Dengan kekuatan enam mobil dan satu motor ambulans kami menanti panggilan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Hallo Ambulans 118….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-317196389113317097?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/317196389113317097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=317196389113317097' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/317196389113317097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/317196389113317097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/07/pendidikan-dasar.html' title='PENDIDIKAN DASAR'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-4210904803749363040</id><published>2008-07-10T19:44:00.004+07:00</published><updated>2008-07-10T20:39:16.885+07:00</updated><title type='text'>OM SWASTIASTU</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000000;"&gt;Saya sengaja membuka blog yang baru saja tampil perdana pada 3 Juli lalu di jagad maya dengan sejumlah artikel. Tulisan di tiga harian tersohor yang bercerita tentang sosok Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang dulu dan sampai sekarang popular dengan sebutan Ambulans 118. Juga sosok paramedis yang bekerja di layanan emergency tersebut.&lt;br /&gt;Tujuannya, untuk memperkuat apa yang saya tulis berikutnya adalah benar adanya. Sebab, selanjutnya yang tergores dalam blog bertajuk Catatan Harian Paramedis adalah kisah pribadi saya ketika melakoni profesi sebagai Paramedis Ambulans 118 sejak Desember 2004 lalu. Ada kejadian yang bikin saya bangga, marah, terharu bahkan menangis sekalipun. Hanya saja, saya tidak tahu persis kapan tanggal pastinya lantaran semuanya hanya tersimpan dalam memori otak saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Berharap, siapapun yang membaca catatan harian saya ini menjadi tahu dan paham akan adanya profesi paramedis di tengah-tengah kesibukannya beraktifitas. Nama tempat dan lembaga yang menjadi bagian dalam tulisan saya, sengaja tidak disebut. Supaya tidak ada anggapan saya menyerang atau membuka aib mereka. Selamat membaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-4210904803749363040?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/4210904803749363040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=4210904803749363040' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/4210904803749363040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/4210904803749363040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/07/om-swastiastu.html' title='OM SWASTIASTU'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-1000638965583646021</id><published>2008-07-08T11:45:00.000+07:00</published><updated>2008-07-08T11:46:33.328+07:00</updated><title type='text'>Layanan Ambulan Gratis Hanya untuk Keluarga Miskin</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;KEHADIRAN ambulans penting buat melayani masyarakat yang kena musibah. Sayangnya, belum banyak warga Jakarta yang tahu bahwa Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan DKI Jakarta memberikan pelayanan cuma-cuma buat korban kecelakaan, bencana, dan warga masyarakat miskin.&lt;br /&gt;Memang tak semua pengguna ambulans bisa mendapat layanan gratis 100%. Sebab, manajemen juga butuh duit buat menggaji karyawannya. Asal tahu saja, pasukan siap siaga DKI yang beranggotakan 272 orang ini terdiri dari 6 pegawai negeri sipil (PNS) dan 266 non PNS. Mereka berperan sebagai tenaga perawat, tenaga administrasi, dan lainnya.&lt;br /&gt;Bagi warga yang benar-benar miskin atau korban kecelakaan dan bencana, korps AGD siap menolong tanpa pungutan biaya. “Terutama bagi orang miskin, korban kecelakaan, atau bencana, biaya operasionalnya mendapatkan subsidi Pemda DKI Jakarta, makanya gratis,” kata Direktur AGD Dinas Kesehatan DKI Jhon Marbun.&lt;br /&gt;Layanan yang masuk kategori gratis itu antara lain diperuntukkan bagi korban banjir. Ambulans 118 siaga mengangkut korban tenggelam ke rumah sakit. Korps gawat darurat juga siaga menolong korban yang terpanggang api akibat kebakaran. Bagi masyarakat miskin, mereka cukup mengeluarkan kartu keterangan tak mampu.&lt;br /&gt;Bagi warga yang mampu, sesuai Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2006, ongkosnya "sewa" ambulans cuma Rp 200.000 sekali jalan. Kalau keluar wilayah DKI, ada tambahan biaya sesuai jarak. Pasien mendapat semua fasilitas yang ada di ambulans, termasuk penanganan pertama oleh paramedis.&lt;br /&gt;Lantaran keuangan AGD 118 seret, Dinas Kesehatan DKI Jakarta berkeinginan menaikkan tarif tadi menjadi Rp 400.000 -Rp 500.000. Hanya saja, usulan ini belum berlaku lantaran masih harus mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI).&lt;br /&gt;Cuma, Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) Marius Widjajarta mengingatkan, agarAGD Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengenakan tarif yang transparan. “ Bisa saja dibikin tarif seperti taksi yang dihitung berdasarkan jarak. Kalau tak jelas, petugas bisa bermain di jalan,” katanya.&lt;br /&gt;Ongkos AGD 118 memang terbilang murah ketimbang memakai jasa ambulans rumah sakit yang tarifnya bisa meroket belipat-lipat. Untuk memakai mobilnya saja, minimal Rp 400.000. Bila ditambah penggunaan oksigen, tambah lagi minimal Rp 200.000. Terus, kalau didamping paramedis, makin gede lagi biayanya.&lt;br /&gt;Agar warga terlayani dengan baik, AGD DKI juga minta agar warga turut mengawasi petugasnya. Makanya, manajemen juga membuka diri menerima kritik. “Masyarakat butuh pelayanan yang baik, kami wajib menerapkan sistem manajemen mutu. Siapa yang berbuat jelek, laporkan saja” kata Jhon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;oleh: Handiman, Hikmah Yanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;KONTAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;1 Juli 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-1000638965583646021?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/1000638965583646021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=1000638965583646021' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1000638965583646021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1000638965583646021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/07/layanan-ambulan-gratis-hanya-untuk.html' title='Layanan Ambulan Gratis Hanya untuk Keluarga Miskin'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-4721460252390082436</id><published>2008-07-08T11:40:00.001+07:00</published><updated>2008-07-08T11:44:11.705+07:00</updated><title type='text'>Ambulans, Hadir di Detik-Detik yang Menentukan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;RAUNGAN bunyi sirine ambulans selama ini memang menjadi penanda adanya kondisi darurat. Wajar bila semua mobil kudu menyingkir dari jalan untuk melempangkan laju ambulans. Soalnya, di dalam ambulans boleh jadi ada penumpang dalam kondisi kritis dan membutuhkan pertolongan segera.&lt;br /&gt;Tentu, kondisi ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, entah itu akibat kecelakaan lalu lintas, kebakaran, sakit, dan sebab gawat lainnya. Kesigapan dalam memberikan pertolongan pertama seringkali menjadi kunci utama menyelamatkan nyawa korban. Makanya, tak sedikit orang yang sontak memanggil layanan ambulans gawat darurat (AGD).&lt;br /&gt;Selain ambulans dari rumah sakit terdekat, korban atau keluarga bisa memanggil layanan ambulans milik Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang lebih populer dengan sebutan Ambulans 118. Kehadiran tim medis ini menjadi tumpuan tatkala ada korban yang tengah membutuhkan pertolongan pertama. Sebelum tiba di rumah sakit, di dalam ambulan, tim medis akan memberikan pertolongan pertama.&lt;br /&gt;Jasa pertolongan pertama ini akan menolong korban di tempat kejadian sekaligus mengantarnya ke rumah sakit. Petugas medis ini akan menolong si korban meredakan rasa sakitnya. Jika ada orang sesak nafas, pasien akan mendapatkan pertolongan oksigen dalam ambulans. Kalau kelewat parah, petugas akan melakukan pernafasan buatan.&lt;br /&gt;Kondisi ini tak bisa dilakukan di mobil pribadi lantaran keluarga korban keburu panik duluan. Makanya, bila melongok isi ambulan, peralatannya beragam. Di sana ini tersedia berbagai peralatan standar yakni infus berikut jarum, oksigen, penopang leher, serta perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).&lt;br /&gt;Tak hanya itu, korps ambulans gawat darurat juga wajib disertai tim medis yang bertugas memberikan pertolongan pertama. Mereka umumnya mahir karena sudah ikut mendapat serangkaian pelatihan dan mengantongi sertifikat untuk menangani pasien kritis. “Tenaga medis di ambulans gawat darurat Dinas Kesehatan DKI Jakarta minimal lulusan diploma tiga keperawatan,” kata Direktur AGD Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jhon Marbun.&lt;br /&gt;Tenaga medis ambulans juga sudah mengecap ilmu penanganan basic life support atau bantuan hidup pasien, basic trauma dan lainnya dari berbagai rumah sakit terkemuka seperti Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Tak heran, mereka juga cukup piawai menangani pasien gawat yang terkena serangan jantung, trauma, dan lainnya.&lt;br /&gt;Untuk pasien nontrauma, seperti pasien dengan keluhan stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung, perlengkapan seperti elektrokardiografi atau EKG juga tersedia. Untuk pasien traumatik seperti korban kecelakaan, jatuh dari pohon atau tertabrak mobil, "Perlengkapan lengkap wajib tersedia," ujar Jose Rizal Jurnalis, Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), organisasi sosial gawat darurat dan medis.&lt;br /&gt;Saking pentingnya, korps ini berhak menjadi raja jalanan ketika menjalankan tugasnya. Hak istimewa ini dijamin lewat Undang-Undang Nomor 14/1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 43/1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan. Selain ambulans, mobil yang berhak menjadi raja jalanan cuma pemadam kebakaran, kepolisian, dan tamu negara. "Masalahnya kemacetan di Jakarta sering menjadi biang keterlambatan si ambulans ke rumah sakit," ujar Rizal.&lt;br /&gt;Nah supaya tak lelet, AGD 118 milik DKI juga bekerjasama dengan seluruh rumah sakit di DKI. Bahkan, ambulans ini juga nongkrong di pos pemadam kebakaran dan pos polisi supaya awak ambulans selalu siaga. Maklum, kebutuhan ambulans seringkali meroket sehingga stoknya kosong di rumah sakit. “AGD Dinas Kesehatan DKI Jakarta beroperasi 24 jam penuh. Hari libur pun kami harus beroperasi,” kata Jhon.&lt;br /&gt;Bila Anda membutuhkan pertolongan, prosedurnya tak ribet. Keluarga atau korban bisa menelepon alarm centre di rumah sakit terdekat. Bila ingin menggunakan layanan AGD Dinas Kesehatan DKI tinggal menelepon di 65303118. Telepon di 118 saja juga bisa, tapi kadangkala ada gangguan. Dari alarm centre ini, petugas akan menyambungkan ke petugas paling dekat ke lokasi korban. “Asal tak terjebak macet, tim bisa tiba dengan cepat datang,” kata Jhon.&lt;br /&gt;Lantaran pemerintah kudu mengembang misi sosial, tarif AGD 118 murah meriah. Saking murahnya, peminat cukup membeludak. Padahal, dari 90-an mobil yang ada, cuma 30 unit saja yang bisa bergentayangan di jalanan. Selebihnya, 60 mobil lagi rusak. Makanya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta punya tugas berat untuk mengembalikan kekuatan armadanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;oleh: Handiman, Hikmah Yanti, A. Syalaby Ichsan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;KONTAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;1 Juli 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-4721460252390082436?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/4721460252390082436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=4721460252390082436' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/4721460252390082436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/4721460252390082436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/07/ambulans-hadir-di-detik-detik-yang.html' title='Ambulans, Hadir di Detik-Detik yang Menentukan'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-77284137254354872</id><published>2008-07-07T18:00:00.001+07:00</published><updated>2008-07-07T18:02:54.585+07:00</updated><title type='text'>Mobilnya Jangan Ikut Sakit Dong!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;Bagi masyarakat kelas menengah-bawah, ambulans gawat darurat dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta sangatlah membantu. Saat kepepet layanan ambulans, warga akan teringat jalur telepon 118 yang sudah dikenal. Sayangnya, tak semua pelanggan dapat ambulans yang memadai.&lt;br /&gt;M Supriyadi (17), pemuda yang tinggal di Kalideres, Jakarta Barat, punya pengalaman baik. Akhir tahun 2007, bagian pergelangan kaki kirinya patah akibat terlindas truk di kawasan Jatake, Tangerang. Saat kebingungan, ada teman menyarankan agar memanggil ambulans.&lt;br /&gt;Ritawati, ibu pemuda itu, segera menelepon 118 untuk meminta pertolongan ambulans. Setelah menunggu sekitar satu jam, ambulans tiba dan membawa Supriyadi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Pemuda ini pun memperoleh pengobatan.&lt;br /&gt;Dia bersyukur karena akhirnya mendapat pertolongan dan pertolongan diberikan gratis. ”Saya diminta memberi fotokopi surat keterangan tidak mampu atau kartu keluarga miskin (gakin). Itu sangat membantu,” kata Supriyadi.&lt;br /&gt;Pasangan Ana Sutiana (38) dan Sudarman (42), keluarga kelas bawah di Petojo Utara, Jakarta Barat, juga langganan ambulans. Anak perempuan pasangan ini, Vivi Nurhayati (10), menderita hidrosefalus yang menyebabkan kepalanya membesar. Penyakit yang diderita sejak usia dua bulan itu mengharuskan bocah itu kontrol bolak-balik ke rumah sakit.&lt;br /&gt;Saat Vivi berusia enam tahun dan kepalanya semakin membesar, Ana tak kuat lagi berobat dengan angkot. Bayangkan saja, berat bocah yang sekarang berusia 10 tahun itu mencapai 40 kilogram. Dia pun mencoba menggunakan ambulans 118 dan ditolong.&lt;br /&gt;”Saya pakai surat keterangan tak mampu, jadi mendapat layanan ambulans gratis. Kalau mau berangkat, tinggal telepon. Selesai kontrol, telepon lagi,” kata Ana.&lt;br /&gt;Tak semua masyarakat memperoleh layanan baik. Sebagian dari mereka mengeluh karena ambulans yang menjemput ternyata rusak. Perjalanan menjadi menyiksa.&lt;br /&gt;Contohnya keluarga Ida Thimour (57), warga Depok. Awal Januari lalu, Ida pernah meminta pertolongan ambulans gawat darurat untuk membawa ibunya, Hermina Sihombing (79), dari Rumah Sakit Tebet, Jakarta Selatan, menuju rumahnya di Depok. Untuk itu, dia dikenai biaya Rp 500.000.&lt;br /&gt;Sayang, ambulans yang datang tidak punya AC dan mesinnya suka ngadat. Perjalanan dari rumah sakit ke rumah pun memakan waktu dua jam dan itu harus ditempuh dalam udara panas akibat AC mati. ”Ibu saya yang sakit osteoporosis dan saraf kejepit menjadi tambah kepayahan,” kata Ida.&lt;br /&gt;Ida berharap ambulans gawat darurat Dinas Kesehatan DKI Jakarta mau berbenah diri. Masih banyak masyarakat yang belum punya kendaraan sendiri sehingga membutuhkan pertolongan ambulans.”Sebaiknya berilah pelayanan memadai dengan mobil bagus dan waktu yang cepat. Masak orang sakit diangkut pakai mobil yang sakit juga. Nanti tambah parah dong penyakit orang itu,” kata Ida.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;oleh: Ilham Khoiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;KOMPAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;Minggu, 29 Juni 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-77284137254354872?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/77284137254354872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=77284137254354872' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/77284137254354872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/77284137254354872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/07/mobilnya-jangan-ikut-sakit-dong.html' title='Mobilnya Jangan Ikut Sakit Dong!'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-6595324560084966833</id><published>2008-07-07T17:56:00.001+07:00</published><updated>2008-07-07T17:59:20.328+07:00</updated><title type='text'>Berpacu Melawan Macet</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;Di negara maju, waktu bagi ambulans untuk merespons panggilan darurat berkisar 4-6 menit. Di Jakarta yang lalu lintasnya kacau dan macet, ambulans paling cepat datang 30 menit setelah dipanggil. Kita hanya bisa berdoa semoga pasien bertahan hidup hingga ambulans tiba.&lt;br /&gt;Kemacetan lalu lintas memang menjadi penghambat utama bagi ambulans. Semua petugas ambulans di Jakarta tahu benar masalah itu. Simak saja pengalaman mereka.&lt;br /&gt;Ludy Hardiyant (27), petugas ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan DKI Jakarta, pernah mendapat tugas menjemput pasien yang kritis di Duren Sawit, Jakarta Timur. Ketika itu, dia sedang berjaga di Kampung Rambutan yang waktu tempuhnya dari Duren Sawit sekitar 30 menit dalam keadaan normal.&lt;br /&gt;”Saya langsung tancap gas. Tetapi, ambulans saya terjebak di tengah kemacetan,” kata dia. Akibatnya, Ludy baru tiba di tempat pasien satu jam kemudian. Pasien langsung diangkut ke rumah sakit, tetapi meninggal sebelum mendapat perawatan.&lt;br /&gt;Japistar (38), petugas ambulans lain, bahkan gagal mengevakuasi pasien yang mengalami sesak napas tahun 1999. Ketika itu dia ditugaskan menjemput pasien di Cengkareng, Tangerang. Dalam perjalanan menuju rumah pasien, ambulans yang dia kendarai dihadang kemacetan parah. Ambulans yang berangkat pukul 10.00 baru tiba di rumah pasien satu jam kemudian.&lt;br /&gt;Ketika ambulans tiba, nyawa pasien telah melayang. Dokter yang memeriksa menyatakan, pasien meninggal sekitar 10 menit sebelum ambulans datang. ”Kami kecewa. Kalau saja lalu lintas lancar, setidaknya kami bisa memberi pertolongan pertama atau membawa pasien ke rumah sakit biar cepat ditangani dokter,” ujar Japistar.&lt;br /&gt;Untuk menyiasati kemacetan, Ambulans Gawat Darurat 118 pernah mengerahkan tim ambulans sepeda motor yang bisa menembus kemacetan. Prosedurnya, paramedis akan meluncur dengan sepeda motor lebih dulu ke rumah pasien untuk memberi pertolongan pertama. Setelah itu, mobil ambulans menyusul untuk mengevakuasi pasien.&lt;br /&gt;”Dua tahun lalu, ada 10 ambulans sepeda motor yang bersiaga di lima wilayah DKI. Sekarang sepeda motornya enggak tahu ke mana,” kata Aryono Djuned, Ketua Yayasan Ambulan Gawat Darurat Terpadu 118.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Yang lain ke pinggir&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara normatif, ambulans mendapat prioritas utama dalam menggunakan jalan. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan menyebutkan, ”Pemakai jalan wajib mendahulukan mobil pemadam kebakaran dan ambulans yang sedang bertugas.”&lt;br /&gt;Prioritas selanjutnya adalah kendaraan untuk menolong korban kecelakaan lalu lintas, kendaraan kepala negara atau tamu negara, iring-iringan mobil pengantar jenazah, dan kendaraan yang mengangkut barang- barang khusus.&lt;br /&gt;Di Indonesia, aturan normatif sering tidak nyambung dengan kondisi di lapangan. Entah tidak paham aturan atau terlalu egois, banyak pengendara tidak mau memberi jalan untuk ambulans meski petugasnya menyalakan lampu warna merah yang berputar-putar (rotator) menyilaukan dan membunyikan sirene.&lt;br /&gt;Octaria (28) pernah dibuat jengkel oleh pengemudi egois. ”Saya pernah dipepet dua truk kontainer ketika membawa pasien. Untung saya tidak panik. Kalau saya panik, keluarga pasien ikut panik. Wah, bisa gawat,” ujar petugas ambulans yang beroperasi di wilayah Jakarta Utara itu.&lt;br /&gt;Jalan-jalan di wilayah itu memang sering disesaki kendaraan berat, seperti truk, kontainer, dan trailer. Octaria harus cekatan dalam mengemudikan ambulans.&lt;br /&gt;Pengalaman lebih buruk dialami keluarga Janu Utomo (76), pengguna layanan ambulans gawat darurat di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Teguh Ostentrik, adik ipar Janu, menceritakan, Janu mendadak sakit pada 1 Juni lalu. Keluarga Janu segera memanggil ambulans gawat darurat untuk membawa Janu ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) di Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;Di dalam ambulans, Janu ditemani istrinya, Retno Indarti (65), dan anaknya, Krisanti Indriani. Ambulans tersebut dikemudikan Januari Purwoko ditemani perawat Risa Citra Dewi. Saat mobil melintas di Jalan Sisingamangaraja, dekat Masjid Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekitar pukul 02.45, ambulans ditabrak Honda Jazz. Bagian samping kanan belakang ambulans hancur, sedangkan bagian depan mobil Honda Jazz rusak.&lt;br /&gt;”Kakak ipar saya terlempar sampai 30 meter. Dia akhirnya meninggal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSPP akibat kepala bagian belakang pecah. Retno luka parah dan masih kritis sampai sekarang,” kata Teguh ketika dihubungi Kamis (26/6). Penumpang ambulans lainnya juga mengalami luka-luka. Januari memar, bibir Krisanti sobek, dan wajah perawat Risa luka dan memar.&lt;br /&gt;Belakangan diketahui, mobil Honda Jazz itu dikemudikan Putri Rizki Indriasari. Di dalam mobil itu juga ada Nuri, salah seorang personel band Shaden. Karena Nuri seorang selebriti, kejadian itu pun mendapat sorotan media infotainment. Dalam konferensi pers, Nuri malah menyalahkan ambulans. Katanya, ambulans yang menabrak Honda Jazz.&lt;br /&gt;Teguh benar-benar dongkol mendengar tudingan itu. ”Kami tidak terima dengan konferensi pers yang digelar Nuri. Yang benar, kami ditabrak bukan menabrak,” ujarnya. Bagaimanapun, kata dia, ambulans yang membawa orang sakit harus diprioritaskan ketimbang kendaraan pribadi dan umum.&lt;br /&gt;Selain kemacetan dan sikap egois pengemudi kendaraan, petugas ambulans kadang terhambat karena petugas rumah sakit, bahkan polisi, tak mengerti prosedur kerja ambulans. Ludy menceritakan, ketika dia tergopoh- gopoh untuk mengevakuasi korban ledakan bom di Kedubes Australia tahun 2004, ambulansnya malah dicegat polisi. Setelah berdebat, akhirnya ambulansnya diperbolehkan masuk.&lt;br /&gt;Masalah tidak berhenti di sini. Ketika Ludy mengangkut korban selamat ke rumah sakit, petugas rumah sakit justru mengarahkan ambulans itu ke kamar mayat, bukan ke IGD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;oleh: Budi Suwarna/Lusiana Indriasari/Ilham Khoiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;KOMPAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;Minggu, 29 Juni 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-6595324560084966833?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/6595324560084966833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=6595324560084966833' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6595324560084966833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6595324560084966833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/07/berpacu-melawan-macet.html' title='Berpacu Melawan Macet'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-9109285912481731045</id><published>2008-07-07T16:39:00.001+07:00</published><updated>2008-07-07T16:41:06.421+07:00</updated><title type='text'>Nasib Karyawan Ambulans</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;Kehidupan para personel ambulans sama daruratnya dengan pelayanan yang mereka berikan. Selain belum menerima gaji selama enam bulan, mereka juga tidak mendapat tunjangan apa pun, termasuk tunjangan kesehatan.&lt;br /&gt;Ada yang begitu miskinnya sehingga tidak sanggup membayar layanan kesehatan ketika sakit. Simaklah cerita Nita (28), paramedis di Ambulans Gawat Darurat (AGD) 118. Ia terpaksa mengaku sebagai gelandangan demi mendapat pengobatan gratis.&lt;br /&gt;Suatu ketika, suami Nita sakit. Karena mereka tidak memiliki tunjangan kesehatan, Nita berharap sakit suaminya dapat dibiayai pemerintah melalui Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Keluarga Miskin (JPK-Gakin).&lt;br /&gt;Program milik Dinas Kesehatan DKI Jakarta ini mensyaratkan, penerima JPK-Gakin harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jakarta. Padahal, Nita dan suaminya berdomisili di Depok, Jawa Barat. ” Saya minta surat keterangan miskin ke RT/RW di Jakarta mengaku sebagai gelandangan,” tutur Nita.&lt;br /&gt;Nasib Japistar (38) setali tiga uang. Karena gajinya belum dibayar, dia terpaksa mengandalkan gaji Raida, istrinya, yang bekerja sebagai suster di sebuah rumah sakit di Bekasi.&lt;br /&gt;Japistar mengaku, penghasilannya sebulan sekitar Rp 2,179 juta. Uang itu tidak cukup untuk menghidupi istri dan tiga anaknya. ”Kami selalu berkeringat dingin, pusing (karena gaji tidak cukup),” kata laki-laki yang telah bekerja sebagai petugas AGD 118 sejak tahun 1988.&lt;br /&gt;Saking hematnya, Japistar sampai tidak bisa membeli baju. ”Baju seragam putih yang saya pakai ini hanya satu. Kalau pulang, langsung dicuci agar bisa dipakai besoknya,” tambah dia.&lt;br /&gt;Kalau Japistar masih punya pemasukan, lain lagi dengan Octaria (28). Kebetulan Octaria dan suaminya sama-sama bekerja di AGD 118. Karena dana pemerintah belum turun untuk pembayaran honor mereka, Octaria dan suaminya sama sekali tidak punya uang untuk menghidupi keluarga.&lt;br /&gt;Sekarang Octaria sedang hamil. Untuk berhemat, ia mengurangi jatah minum susu yang biasanya tiga kali sehari menjadi satu kali sehari. Karena tidak ada penghasilan, ekonomi keluarga Octaria pun menjadi tanggungan orangtua.&lt;br /&gt;Nasib Arsyad (50), karyawan bagian mekanik AGD 118, mungkin lebih apes dibandingkan dengan teman-temannya. Pasalnya, istrinya hanya ibu rumah tangga biasa yang tidak punya penghasilan. Untuk membiayai hidup istri dan tiga anaknya, Arsyad terpaksa berutang kepada tetangga, teman, dan orangtua. Kadang dia juga mencari tambahan dengan bekerja sambilan di bengkel.Bagaimana bisa berkonsentrasi menyelamatkan orang bila keluarga sendiri saja tidak mampu diselamatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;oleh: Budi Suwarna/Lusiana Indriasari/Ilham Khoiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;KOMPAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;Minggu, 29 Juni 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-9109285912481731045?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/9109285912481731045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=9109285912481731045' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/9109285912481731045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/9109285912481731045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/07/nasib-karyawan-ambulans.html' title='Nasib Karyawan Ambulans'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-6182307990919827728</id><published>2008-07-07T16:14:00.002+07:00</published><updated>2008-07-07T16:22:01.969+07:00</updated><title type='text'>Darurat! Darurat!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#666666;"&gt;Ambulans Gawat Darurat atau AGD 118 di Jakarta keadaannya benar-benar darurat. Dari 92 mobil ambulans, hanya 25 ambulans yang bisa jalan. Itu pun sering mogok. Paramedis dituntut bisa menyelamatkan pasien sekaligus menjadi montir bagi ambulans yang bermasalah di jalan.&lt;br /&gt;Kondisi ini ironis karena AGD 118 milik Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta ini menjadi andalan masyarakat dalam hal layanan darurat. Maklum, dibandingkan dengan institusi lain, AGD 118 memiliki ambulans paling banyak. Rumah sakit, misalnya, rata-rata memiliki dua unit ambulans saja.&lt;br /&gt;Dengan sarana serba darurat inilah para petugas ambulans bekerja. Tentu saja banyak pengalaman tidak enak yang mereka alami akibat kondisi ambulans yang buruk.&lt;br /&gt;Umairoh (31) atau akrab disapa Umi, paramedis AGD 118, misalnya, pernah menghadapi kenyataan ban ambulansnya pecah ketika membawa pasien gawat di daerah Pluit, Jakarta Utara.&lt;br /&gt;Perempuan itu segera menepikan kendaraan ambulans. Dia kemudian turun dan mengganti ban. Sementara temannya yang lain berjuang memberi napas buatan kepada pasien yang sedang megap-megap.&lt;br /&gt;”Tidak ada yang membantu. Semuanya dikerjakan sendiri,” kata Umi. Setiap kali bertugas, Umi dan paramedis lainnya juga harus mengecek sendiri kondisi kendaraan, seperti busi, aki, oli, dan minyak rem.&lt;br /&gt;Ludy Hardiyant (27) juga pernah kelabakan menangani pasien kritis di ambulans. Ketika pasien butuh oksigen, alat bantu pernapasan tidak bisa digunakan karena selangnya bocor. ”Sepanjang jalan, saya hanya bisa berdoa, semoga dia (pasien) bisa bertahan hidup,” kenangnya.&lt;br /&gt;Sejak dibentuk pada 1973, kondisi AGD 118 semakin kritis. Dulu AGD 118 dikelola Yayasan AGD 118. Karena konflik internal, AGD 118 akhirnya diambil alih Dinkes DKI Jakarta.&lt;br /&gt;Ketika diserahkan ke Dinkes DKI Jakarta tahun 2006, masih ada 33 ambulans yang bisa jalan. Dua tahun kemudian, pada tahun 2008, jumlah ambulans yang bisa beroperasi tinggal 25 ambulans. Setelah tidak lagi mengelola, Yayasan AGD 118 kini hanya memberi pelatihan kegawatdaruratan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Rongsokan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Puluhan ambulans yang rusak itu teronggok di halaman markas AGD 118 di Sunter, Jakarta Utara. Mobil bercat putih-hijau yang dulu dibeli dengan harga Rp 300 juta-Rp 600 juta itu sebagian bahkan sudah menjadi rongsokan.&lt;br /&gt;Kerusakan ambulans bermacam-macam. Sebagian besar ambulans itu bannya bocor. Beberapa lagi sudah tidak ada bannya. Ambulans yang lain bodinya penyok dan berkarat, kacanya pecah, dan rotator rusak, dan lain-lain.&lt;br /&gt;”Kami sudah mengajukan anggaran ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tetapi dananya belum turun,” kata Muji Artono, Koordinator Pelayanan AGD 118.&lt;br /&gt;Menurut John Marbun, Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), badan yang dibentuk Dinkes DKI Jakarta untuk mengelola AGD 118, anggaran yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk AGD 118 setiap tahunnya Rp 4 miliar. Sementara itu, pendapatan dari operasional ambulans yang bisa dikumpulkan AGD 118 sebesar Rp 3,8 miliar.&lt;br /&gt;Pasien yang ingin menggunakan jasa layanan AGD 118 dikenai biaya bervariasi, tergantung jarak. Untuk jarak paling dekat, biaya ambulans minimal Rp 200.000.&lt;br /&gt;Karena tidak dirawat, ambulans yang masih ”sehat” satu per satu menjadi rusak. Agar tetap beroperasi, perbaikan dilakukan dengan cara kanibal. Mobil yang sudah rusak diambil onderdilnya lalu dipasang di mobil lain yang masih ”sehat”. ”Jadi mobil yang rusak semakin rusak,” kata Arsyad, mekanik ambulans.&lt;br /&gt;Gedung berlantai tiga yang digunakan sebagai markas ambulans tidak kalah memprihatinkan. Gedung yang dipakai sejak tahun 1980-an ini tidak terawat. Catnya banyak yang mengelupas. Debu dibiarkan menempel di mana- mana dan lantainya kusam. Sebagian besar WC di gedung itu juga mampet.&lt;br /&gt;Kondisi darurat semakin tampak di ruang Alarm Room. Tidak tampak kesibukan luar biasa di ruangan yang berfungsi menerima panggilan darurat itu. Ternyata sambungan telepon di ruangan tersebut tidak bisa berfungsi optimal.&lt;br /&gt;Salah satu saluran telepon bahkan sudah dicabut karena menunggak tagihan. Sementara itu, saluran telepon lain rusak. ”Di sini hanya ada enam saluran telepon,” kata Umi, paramedis yang juga menjadi penanggung jawab Alarm Room. Dua tahun lalu masih terpasang enam belas saluran telepon.&lt;br /&gt;Tidak semua panggilan yang masuk ke Alarm Room benar-benar butuh ambulans. Umi bercerita, banyak telepon iseng ke AGD 118. Dalam sehari, rata-rata jumlah telepon iseng ini mencapai 100 panggilan. ”Ada yang minta kenalan atau iseng ngerjain teman dengan memanggil ambulans,” kata Umi.&lt;br /&gt;AGD 118 babak belur kekurangan dana. Dengan dana terbatas, ambulans ini melayani sekitar 11 juta penduduk Jakarta. Karena kondisinya tidak prima, mobil ambulans terseok-seok menyusuri wilayah Jakarta yang luasnya mencapai 661,52 kilometer persegi.&lt;br /&gt;Jakarta terbagi menjadi lima wilayah. Setiap wilayah hanya mampu dilayani lima ambulans karena hanya tersedia 25 ambulans yang operasional. Ambulans ini siaga di kantor wali kota, pos polisi, pemadam kebakaran, rumah sakit, dan puskesmas. Idealnya untuk seluruh Jakarta harus ada 200 ambulans.&lt;br /&gt;Karena segalanya serba darurat, jangan heran apabila ambulans baru datang setelah pasien megap-megap. Di Jakarta, waktu bagi ambulans merespons panggilan darurat minimal 30 menit. Bahkan seringkali ambulans baru datang setelah lebih dari satu jam.&lt;br /&gt;”Padahal penanganan kegawatdaruratan di lokasi kejadian adalah kuncinya. Pasien bisa selamat atau terhindar dari cacat bila secepatnya mendapat pertolongan pertama,” kata Aryono Djuned Pusponegoro, Ketua Yayasan Ambulans Gawat Darurat Terpadu 118.&lt;br /&gt;Ambulans adalah sesuatu yang vital. Berdasarkan statistik kedokteran, 50 persen kematian pasien terjadi sebelum tiba di rumah sakit (pre-hospital).&lt;br /&gt;Tahun 1999-2004, data kecelakaan di kepolisian mencatat, korban kecelakaan yang tewas sebanyak 1.753 orang, sedangkan data kamar mayat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mencatat, jumlah korban kecelakaan yang tewas sebanyak 6.778 orang.&lt;br /&gt;”Artinya, ketika polisi datang ke lokasi kejadian, sebagian korban kecelakaan masih hidup. Pada saat dievakuasi, korban hidup tadi sudah mati,” tutur Aryono.&lt;br /&gt;Selain AGD 118 milik pemerintah, ada institusi lain yang memiliki ambulans, seperti rumah sakit, yayasan, dan organisasi swasta. Siloam Hospitals Karawaci, Tangerang, misalnya, memiliki dua mobil ambulans yang benar-benar komplet fasilitasnya, seperti alat monitor pasien, alat pacu jantung, dan ventilator. Rumah sakit ini juga memiliki dua ambulans helikopter. Tentunya dengan biaya selangit.Nah, bagi yang tidak mampu, di Jakarta juga ada fasilitas ambulans gratis yang disediakan Rumah Zakat. Lembaga tersebut memiliki tiga ambulans yang operasionalnya dibiayai dana zakat masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#666666;"&gt;oleh: Lusiana Indriasari/Budi Suwarna/ Ilham Khoiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#666666;"&gt;KOMPAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#666666;"&gt;Minggu, 29 Juni 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-6182307990919827728?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/6182307990919827728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=6182307990919827728' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6182307990919827728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/6182307990919827728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/07/darurat-darurat.html' title='Darurat! Darurat!'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-3599634312940072975</id><published>2008-07-04T15:01:00.002+07:00</published><updated>2008-07-04T15:04:55.161+07:00</updated><title type='text'>Ambulans 118 Tetap Melayani Meski Kondisinya Sekarat</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Dari jumlah yang bisa beroperasi, 24 mobil ambulans itu kini tersebar di beberapa titik di kota Jakarta seperti di rumah sakit dan kantor polisi. Tujuannya agar mobil ini bisa lebih cepat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. "Idealnya dalam sepuluh menit kami sudah sampai di lokasi," ujar Pepen Efendi, Pejabat Sementara Kepala Operasional Ambulans Gawat Darurat 118.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Tetapi karena keterbatasan,ambulans 118 memberikan skala prioritas dalam melayani pasien. Pasien dalam kondisi kritis berhak mendapatkan pelayanan lebih dahulu. Pasien lain yang mendapatkan prioritas utama adalah yang mengalami gangguan pernafasan dan sirkulasi darah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Setiap armada harus dilengkapi dengan tempat tidur lipat, kotak perlengkapan gawat darurat, tabung oksigen, infus, dan perlengkapan lain seperti penyangga kepala dan tulang belakang. Selain supir, mobil ini juga berisi dua orang tenaga medis. "Jadi kami bukan sekedar mengangkut tapi juga memberikan perawatan pertama terutama agar kondisi pasien stabil sebelum dipindahkan," ujar Pepen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Dua staf medis minimal harus lulusan diploma tiga jurusan ilmu keperawatan. Mereka juga harus mendapatkan pendidikan khusus sebelum terjun ke lapangan. Total saat ini jumlah staf medis ambulan sebanyak 276 orang. Sebagai staf medis mereka harus dalam kondisi prima setiap saat dalam menjalankan tugas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Tetapi kenyataannya para staf medis ini terkadang harus beristirahat di dalam mobil ambulans karena pos-pos yang mereka tempati tak menyediakan tempat khusus. "Kalau di kepolisian lumayan karena sama-sama petugas lapangan, tapi untuk tempat lain kami hanya bisa nongkrong di lapangan parkir," ungkap Cucu, seorang staf medis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Selain itu pemahaman masyarakat tentangambulans 118 juga masih kurang. Cucu pernah merasakan pedasnya cacian gara-gara ketidaktahuan masyarakat. Waktu itu, dia pernah bertugas menolong seorang warga di rumah susun Cawang Atas, Jakarta Timur. Namun begitu sampai di lokasi, ternyata pasien yang hendak ia tolong telah meninggal dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Keluaga pasien ngotot agar Cucu membawa jenazah itu ke rumah sakit. Tetapi Cucu tak mau karena peraturan mereka melarang membawa jenazah. Akhirnya Cucu pun terpaksa menunggu mobil jenazah agar bisa pulang. "Yah, kalau ada keluarga yang marah-marah kepada kami, itu sudah biasa, Mas," katanya pasrah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Ada juga warga yang iseng mengganggu panggilan 118. Dalam sebulan ada empat sampai lima kali panggilan tidak jelas dari warga. "Padahal kami sudah turun ke lokasi lengkap dengan staf medis" ujar Fauzi, staf komunikasi Ambulans 118.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Kejahilan ini tentunya bisa berakibat fatal karena warga yang seharusnya benar-benar membutuhkan pertolongan pada saat bersamaan jadi tidak tertolong. Selain iseng, ada pula panggilan masuk yang terlalu berlebihan. "Laporannya kecelakaan dengan luka parah, tapi ketika kami turun ke lapangan ternyata hanya lecet saja," kata Fauzi dengan kesal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Otomatis, biaya operasional ambulans jadi makin berat. "Kami sudah mengeluarkan biaya bensin dan lain-lain tapi tidak bisa meminta biaya karena pasiennya tidak jadi kami angkut ke rumah sakit," lanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Meski begitu, anggota staf medis mengaku tak surut langkah untuk tetap melayani publik Jakarta. Mereka juga menambah akses telepon baru yakni 021-65303118, sebab ternyata tidak semua mobil ambulans dari nomor 118 itu bisa terkoneksi. "Nomor 118 yang tersambung hanya dari pengguna telepon seluler dengan operator tertentu saja dan dari telepon rumah pribadi di sebagian wilayah Jakarta. Padahal 60% warga yang kami layani adalah pengguna kartu Gakin (Keluarga Miskin) yang anggarannya terbatas," ujar Pepen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;oleh: Patersius Sembiring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Harian KONTAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;4 April 2007 &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-3599634312940072975?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/3599634312940072975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=3599634312940072975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/3599634312940072975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/3599634312940072975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/07/ambulans-118-tetap-melayani-meski.html' title='Ambulans 118 Tetap Melayani Meski Kondisinya Sekarat'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-1831318222206292339</id><published>2008-07-04T14:52:00.004+07:00</published><updated>2008-07-04T14:58:20.885+07:00</updated><title type='text'>Ambulans 118 Kondisinya Gawat Darurat</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Puluhan mobil putih bercorak hijau terparkir di halaman depan dan belakang kantor pusat Ambulans Gawat Darurat 118 di Jalan Sunter Permai, Jakarta Pusat. Mobil-mobil itu bukan sedang menunggu penumpang tetapi memang sengaja teronggok parkir di sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Mobil-mobil itu jauh dari armada yang layak operasional melayani warga ibukota. Jejeran mobil itu hanya parkir sampai batas waktu yang tidak jelas. Sebagian memang terlihat masih terawat, namun beberapa diantaranya sudah lebih mirip besi tua dan benar-benar tidak layak jalan. Bodinya terlihat kusam karena tertutup debu. Karburator mesin bahkan sudah ada yang copot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Tidak hanya mobil ambulans, 12 sepeda motor yang sedianya difungsikan untuk reaksi dan penanganan cepat juga teronggok tanpa ada yang bisa difungsikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Yang juga tak kalah menyedihkan, kondisi kantor pengelola Ambulans Gawat Darurat 118 juga kurang lebih sama suramnya. Situasinya lengang. Tak ada aktivitas yang menggambarkan kesibukan para karyawan. Sebagian meja kantor itu terlihat kosong. Hanya ada beberapa operator telepon terlihat standby menunggu panggilan masuk. Entah itu menunggu panggilan darurat atau hanya sekadar ngobrol dengan temannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Awalnya, Yayasan Ikatan Ahli Bedah Indonesia menanggung operasional kantor ini. Namun untuk meningkatkan kualitas pelayanan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta berniat mengambil alih jasa penyediaan ambulans yang sudah berdiri sejak tahun 1973 itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Tetapi proses pengambil alihan yang terkatung-katung membuat biaya operasional jadi terbatas. Dana yang didapat dari tarif pengguna jasa mereka hanya cukup untuk biaya operasional sehari-hari. Tak ada dana untuk perbaikan armada, begitu juga gaji untuk para pegawai. "Sudah tiga bulan ini para karyawan belum mendapatkan gaji," ungkap Pepen Efendi, Pejabat Sementara Kepala Operasional Ambulan Gawat Darurat 118 saat ditemui KONTAN di kantornya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Saat ini ada 385 karyawan hanya bisa pasrah sambil berharap proses pengambilalihan bisa cepat selesai. Seribu langkah pun terpaksa dilakukan agar kantor sosial itu bisa tetap berjalan termasuk efisiensi pengeluaran. "Mobil yang dalam rusak ringan kami perbaiki, tapi yang rusak berat terpaksa diparkir dulu," kata Pepen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Praktek kanibalisme pun terpaksa berlangsung. Tak jarang untuk memperbaiki mobil yang rusak harus mereka mengambil suku cadang dari yang lainnya sebagai pengganti. Demikian juga peralatan medis yang menjadi perlengkapan ambulan. Peralatan mobil yang tidak beroperasi habis dicopoti untuk mobil yang masih berfungsi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Dari 50 armada yang ada saat ini, hanya 24 saja yang bisa beroperasi. Sisanya yang lain rusak dan tingkatan bermacam-macam. Umumnya pada sistem pendingin saja. Akibat kerusakan ini, Ambulans Gawat Darurat 118 terpaksa tidak bisa memberikan pelayanan yang terbaik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Dengan 24 armada saat ini, pihaknya kewalahan untuk melayani panggilan dari warga yang membutuhkan pertolongan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Seharinya tak kurang ada lebih 60 warga yang membutuhkan pertolongan segera. "Kami benar-benar kerja keras untuk melayaninya," lanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Terbatasnya armada yang beroperasi ini membuat pihak Ambulans sulit untuk merespon dengan cepat permintaan warga. Banyak warga yang akhirnya minta tolong balik menyalahkan mereka karena terlambat atau terlalu lama datang ke lokasi. "Keluarga yang panik biasanya menyalahkan kami tanpa berpikir keterbatasan armada yang kami miliki," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Untuk mencari dana operasional, pihak ambulans 118 pun terpaksa putar otak. Misalnya, mereka memberi jasa melakukan berbagai pelatihan bagi petugas medis. Seperti pelatihan basic life support di perusahaan-perusahaan swasta yang membutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Tapi, proses peralihan yang belum selesai membuat program ini juga berjalan tersendat. Jadwal pelatihan terpaksa berubah karena ambulans kerap kali harus menerima panggilan yang lebih penting. Celakanya, mereka juga terimpit kebutuhan untuk mencukupi dana operasional dari program pelatihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;oleh: Patersius Sembiring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;Harian KONTAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"&gt;3 April 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-1831318222206292339?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/1831318222206292339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=1831318222206292339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1831318222206292339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/1831318222206292339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/07/ambulans-118-kondisinya-gawat-darurat.html' title='Ambulans 118 Kondisinya Gawat Darurat'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-8801132157522350162</id><published>2008-07-03T13:57:00.002+07:00</published><updated>2008-07-04T15:26:28.089+07:00</updated><title type='text'>Pilot Ambulans Zig-zag</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;Awal Februari 2006. Jakarta yang sedang diguyur hujan lebat baru saja disergap malam. Sebuah ambulans dengan sirene menjerit-jerit terperangkap macetnya kendaraan yang mengular di kawasan Klender. Ada penderita diabetes plus hipertensi yang sedang koma, yang menanti kedatangan mobil itu segera.&lt;br /&gt;Lima belas menit menembus lalu lintas yang tersendat, akhirnya tiba juga ambulans itu di rumah pasien. Keluarga yang panik langsung menyeret Karti Sari Indah, 27 tahun, pembawa ambulans yang baru saja turun dari mobil. Begitu juga dengan rekannya yang sedang mengambil kotak obat dan peralatan medis.&lt;br /&gt;Petra--demikian Karti Sari Indah biasa dipanggil--dan mitranya langsung melakukan penanganan darurat sebelum pasien diangkut ke mobil. Jarum infus ditancapkan di lengan pasien yang sudah tak sadarkan diri itu. Masker oksigen dipasang di hidung dan mulut. Selesai. Baru si pasien dibawa ke ambulans.&lt;br /&gt;Perempuan itu segera memacu mobil yang dia sopiri menuju OMC Medical Center, rumah sakit paling dekat. Penanganan gawat darurat diteruskan rekannya selama perjalanan. "Puji Tuhan, begitu sampai OMC, pasien sadar, bahkan sudah bisa ngomong," katanya.&lt;br /&gt;Itu pengalaman Petra yang paling berkesan selama tiga tahun melakoni pekerjaan sebagai sopir ambulans. Persisnya, di Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 Jakarta. "Saya tidak bakal pernah lupa dan bangga banget kalau disuruh cerita soal itu," ujar perempuan kelahiran 24 November itu.&lt;br /&gt;Paling berkesan? Ya. Tapi soal menyelamatkan nyawa, itu bukan yang pertama dilakukan Petra. Masih banyak lagi. Misalnya, waktu baru hitungan hari menjadi sopir, sudah mesti membawa korban kecelakaan lalu lintas yang koma akibat luka di bagian kepala. Darah segar terus mengucur dari mulut pasien.&lt;br /&gt;Kejadiannya di depan kantor Kepolisian Sektor Duren Sawit. Setelah memberikan pertolongan pertama, Petra pun tancap gas di Jalan Kali Malang, yang kebetulan ramai tapi lancar, menuju Rumah Sakit UKI. "Saya bawa mobil zig-zag guna menyalip mobil lain, lupa kalau baru jadi sopir," ujarnya. Tapi selamat sampai tujuan.&lt;br /&gt;Baru dua hari mengemudi ambulans, mobil itu menyeruduk boks telepon umum. Saat itu dia sedang memarkirkan ambulansnya. Untung, kata Petra, tidak sedang membawa pasien. Peristiwa buruk, misalnya, korban sampai meninggal di mobilnya, juga belum pernah terjadi.&lt;br /&gt;Arifin Panigoro, bos perusahaan minyak Medco, pernah juga diangkut ambulans yang disopiri Petra. Politikus yang sekarang aktif di Partai Demokrasi Pembaruan itu dipindahkan ke MMC, Kuningan, dari Rumah Sakit UKI, setelah sempat dirawat di sana karena mengalami kecelakaan. Tapi Petra bukan sekadar sopir-pilot--begitu sopir ambulans disebut. Dia juga lihai menangani korban gawat darurat. Soalnya, profesi utamanya tetap paramedis, yang sudah dijalani sejak 1997 sewaktu bergabung dengan 118 Jakarta. Hebatnya, dia termasuk generasi pertama paramedis perempuan.&lt;br /&gt;Karier paramedisnya diawali dengan menjadi kru ambulans, yang mendampingi pilot. Posisi sopir sudah diincar Petra, walau belum bisa menyetir sama sekali. "Karena dapat uang tunjangan," katanya, yang sekarang digaji Rp 1,5 juta per bulan. Selain itu, dia ingin membuktikan bahwa perempuan juga bisa.&lt;br /&gt;Kesempatan itu datang juga tiga tahun lalu. Petra lantas masuk pendidikan mengemudi selama sebulan. Dia digembleng teori dan praktek. Sang ibu menentang habis pekerjaan barunya. Tapi begitu melihat dia sempat nongol di televisi sedang menolong orang, ibunda malah bangga.&lt;br /&gt;Pilot ambulans wanita memang mendobrak dominasi laki-laki selama ini. Di 118 Jakarta, sekat cowok dan cewek sudah dicopot sejak tiga tahun lalu. Tapi bagi banyak orang, posisi ini hanya cocok dipegang pria. Separuh orang atau keluarga pasien yang ditemuinya masih memandang sebelah mata sopir ambulans wanita. Pernah sampai ada yang marah-marah. "Mereka bilang, pantesan telat, sopirnya perempuan," kata Petra. Padahal, "Saya cuma butuh sepuluh menit sampai ke lokasi."&lt;br /&gt;Petra mengaku hanya bisa sabar menghadapi hal-hal semacam itu. Biasanya, dia membuktikan kecekatannya mengemudi sewaktu membawa pasien. Orang-orang yang tadi mencemooh biasanya melongo begitu tahu dia bisa nyetir cepat, tapi aman. Yang tadi memaki, langsung meminta maaf.&lt;br /&gt;Tapi, menurut Petra, banyak juga yang memuji. Bila sedang membawa mobil, hampir semua orang melihat ke arahnya. Mungkin heran, bisa juga berdecak kagum. "Ada yang mengacungkan dua jempol ke arah saya," ujar komandan unit yang sehari-hari bertugas di wilayah timur Jakarta itu.&lt;br /&gt;Kekaguman itu justru pernah berbuah cinta. Petra mengaku pernah menjalin kasih dengan seseorang yang kagum dengan pekerjaannya. Perkenalan berawal ketika dia sedang menjaga kampanye sebuah partai pada 2004. Pria itu salah satu panitia penyelenggara. Tapi, "Akhirnya bubar," katanya tersenyum.&lt;br /&gt;Pemegang gelar paramedis tiga ini--sudah melahap tak kurang dari 10 pelatihan-toh, masih tetap panik kalau membawa pasien gawat darurat, meski sudah tiga tahun membawa ambulans. "Takut ada apa-apa," ujar wanita, yang pernah dikirim ke Aceh membantu korban bencana tsunami itu.&lt;br /&gt;Kemacetan masih menjadi hambatan utama mengemudikan ambulans di Jakarta. Yang lain, masih kurang pedulinya warga Ibu Kota, yang kerap kali dengan sengaja menghalang-halangi laju ambulans. Sirene sudah meraung-raung, toh mereka cuek bebek.&lt;br /&gt;Padahal, "Kalau kami sampai membunyikan sirene, berarti bawa korban yang perlu penanganan segera rumah sakit," kata Petra, yang jebolan Akademi Keperawatan Sismadi, Jakarta. Menurut dia, menjadi sopir ambulans bukan untuk gagah-gagahan, tapi buat menolong orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: STEPANUS S KURNIAWAN&lt;br /&gt;KORAN TEMPO&lt;br /&gt;Sabtu, 23 September 2006&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-8801132157522350162?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/8801132157522350162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=8801132157522350162' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/8801132157522350162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/8801132157522350162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/07/pilot-ambulans-zig-zag.html' title='Pilot Ambulans Zig-zag'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-4319300876828187570</id><published>2008-07-03T13:41:00.001+07:00</published><updated>2008-07-04T15:28:45.074+07:00</updated><title type='text'>Malaikat Penolong di Jalan</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pagi yang terik tiga bulan lalu. Maruloh dan seorang rekannya sesama paramedis sedang dalam perjalanan menuju kantor mereka setelah menghadiri rapat di Jakarta Convention Center.&lt;br /&gt;Lewat di depan Plaza Senayan, Jakarta Selatan, mereka menyaksikan orang berkerumun. Di trotoar, sesosok laki-laki muda tergeletak berlumuran darah. Di sebelahnya sebuah sepeda motor tergolek dan ringsek. Laki-laki tadi baru mengalami kecelakaan.&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang, Maruloh dan rekannya menghentikan ambulans mereka dan bergegas mendekat. Setelah mengenakan perlengkapan perlindungan diri, kedua orang itu dengan cekatan memeriksa kondisi korban.&lt;br /&gt;Korban diketahui mendapat luka terbuka di kepala, telinga mengeluarkan darah, muntah, dan pingsan. "Berdasarkan fakta ini, saya menduga tulang leher korban patah," ujarnya.&lt;br /&gt;Pertolongan gawat darurat segera diberikan. Leher korban diberi penyangga, pasokan oksigen dialirkan, dan semua luka terbuka ditutup. Tak sampai 10 menit, setelah korban dinilai cukup stabil, Maruloh melarikan laki-laki malang tadi ke Rumah Sakit Pertamina.&lt;br /&gt;Setelah dirawat beberapa jam, kabar baik datang, nyawa laki-laki tadi bisa diselamatkan. Mendengar itu, Maruloh bersyukur dan bergegas menuju kantornya di Sunter, Jakarta Utara, tanpa meminta bayaran. "Korban kecelakaan lalu lintas akan kami tangani secara gratis," kata dia.&lt;br /&gt;Itulah sebagian tugas mulia yang diemban paramedis Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118. Profesi paramedis serupa tapi tak sama dengan perawat. Sementara perawat bertugas merawat pasien yang telah ditangani dokter, paramedis bertugas memberi pertolongan pertama pasien gawat darurat, dan membawanya ke rumah sakit.&lt;br /&gt;Maruloh menuturkan paramedis juga awalnya seorang perawat. Setelah selesai menempuh pendidikan di akademi keperawatan atau sekolah perawat kesehatan, calon paramedis mendapat pendidikan selama dua bulan di Yayasan. Materinya terutama mengenai penanganan pasien gawat darurat.&lt;br /&gt;Lepas dari pendidikan tersebut, seorang paramedis dinilai siap memberi pertolongan pertama bagi korban kecelakaan, stroke, serangan jantung, sesak napas, bahkan membantu kelahiran.&lt;br /&gt;Biaya yang dibebankan Yayasan kepada pemohon ambulans hanya Rp 200 ribu untuk satu kali hantaran di wilayah DKI Jakarta. Bahkan, kata dia, untuk warga yang bisa menunjukkan surat keterangan tidak mampu, pelayanan ambulans diberikan gratis. Semua biaya warga miskin ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.&lt;br /&gt;Oleh Yayasan, Maruloh, yang telah memegang jabatan sebagai Wakil Komandan Wilayah Jakarta Selatan, digaji Rp 1,25 juta setiap bulan. Pendapatan ini bisa bertambah jika ada lembur, perjalanan dinas ke luar kota, memberi pelatihan penanganan gawat darurat, atau tip dari pasien.&lt;br /&gt;Yayasan membagi jam kerja paramedis ke dalam dua shift sehari semalam. Masing-masing mendapat jatah selama 12 jam. Dalam kesehariannya, paramedis tidak berkantor, tapi mangkal di pos-pos ambulans, yang disebar di lima wilayah DKI Jakarta.&lt;br /&gt;Khusus untuk Jakarta Selatan, kata dia, pos ambulans antara lain ada di Jalan Fatmawati, Tanjung Barat, Kuningan, dan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Biasanya mereka juga bergabung dengan aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran dalam sistem penanganan gawat darurat terpadu.&lt;br /&gt;Sembilan tahun bekerja sebagai paramedis, Maruloh telah menjelajahi banyak wilayah bencana. Beberapa di antaranya wilayah gempa bumi di Bam, Iran, tsunami di Aceh, dan gempa bumi di Yogyakarta. "Di daerah bencana, tugas kami menyisir lokasi bencana dan mengevakuasi korban," ujar laki-laki 29 tahun ini.&lt;br /&gt;Tentu saja tidak cuma pengalaman manis yang dikecap paramedis. Lima tahun lalu contohnya, Maruloh pernah gagal menyelamatkan nyawa seorang pasien gagal jantung. Ada kemungkinan penyebabnya, kata dia, adalah keterlambatan penanganan.&lt;br /&gt;Seharusnya, sesuai dengan standar yang ditetapkan Yayasan, paramedis maksimal telah tiba di lokasi dalam 8-10 menit. Tapi ketika itu, Maruloh tengah berada di Rumah Sakit Graha Medika, Jakarta Barat. Sedangkan pasien berada di Ciledug, Tangerang. Butuh waktu 30 menit untuk tiba di sana.&lt;br /&gt;Tiba di lokasi, ia menemukan kondisi korban sudah sangat payah. Upaya mengaktifkan kembali detak jantung telah dicoba dengan berbagai cara dan alat. Tapi rupanya Tuhan berkehendak lain, nyawa pasien tersebut tidak dapat diselamatkan. "Saya cukup terpukul dengan kejadian itu," ucap Maruloh.&lt;br /&gt;Maruloh mengaku cukup mantap dengan profesinya saat ini. Tidak ada keinginannya untuk beralih profesi atau pindah ke tempat lain. Malah, untuk meningkatkan potensi diri, ia kini meneruskan kuliah sarjana jurusan manajemen rumah sakit.&lt;br /&gt;Cuma, ia punya sedikit keluhan mengenai kondisi pos yang kurang memadai. "Sebaiknya ada tempat istirahat dan MCK yang baik," ujarnya lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;oleh: EFRI RITONGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;KORAN TEMPO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Minggu, 23 Juli 2006&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-4319300876828187570?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/4319300876828187570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=4319300876828187570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/4319300876828187570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/4319300876828187570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/07/malaikat-penolong-di-jalan.html' title='Malaikat Penolong di Jalan'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-3941589592906419219</id><published>2008-07-03T13:29:00.000+07:00</published><updated>2008-07-03T13:31:34.347+07:00</updated><title type='text'>Halo Motor Ambulans 118...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;Mendung kelam menggelayut di langit Jakarta. Hari baru saja beranjak sore. Zaenuji, 25 tahun, asyik mengembuskan asap rokok filternya di pos polisi sambil nangkring di atas jok motor dinasnya yang terparkir di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan, tempat biasa mangkal.&lt;br /&gt;Suara radio panggil di pinggang kemudian membuyarkan lamunannya. "Semua Ninja (kode untuk motor ambulans) segera merapat, ada 33L (tabrakan antarkereta) di Pasar Minggu," kata suara wanita di seberang radio panggil. Yang dimaksud adalah tabrakan antarkereta listrik Jakarta-Bogor pada 30 Juni lalu.&lt;br /&gt;Zaenuji langsung memacu Kawasaki Ninjanya. Dia bukan polisi, apalagi tukang ojek. Ia adalah paramedis bermotor milik Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118. Mereka menyebutnya motor ambulans. Suara sirenenya menjerit-jerit. Sesekali meliuk-liuk di celah-celah mobil yang berjalan merayap di Jalan Raya Pasar Minggu.&lt;br /&gt;Sepuluh menit kemudian, Zaenuji tiba di lokasi kejadian. "Pemandangannya sangat mengerikan," katanya. Apalagi ketika melihat korban Siti Mas'amah alias Bunga Citra Lestari. Ia terbujur tanpa kedua kaki, putus hingga pangkal paha. Sesekali merintih kesakitan.&lt;br /&gt;Zaenuji langsung menancapkan jarum infus dan memasang alat bantu oksigen. Lantas dia membalut luka yang menganga di pangkal paha dengan kain untuk membendung darah yang masih mengucur deras. Bunga dibawa dengan mobil bak terbuka ke Rumah Sakit Pasar Rebo karena unit mobil belum tiba. Bunga bisa ditolong waktu itu, meski akhirnya maut menjemput tujuh hari kemudian.&lt;br /&gt;Tim medis bermotor ini memang menjadi alternatif untuk menolong korban-korban yang membutuhkan bantuan kesehatan segera, semisal korban kecelakaan itu. Menurut Aryono D. Pusponegoro, ketua sekaligus pendiri Yayasan Ambulans 118, kehadiran unit motor merupakan solusi menghadapi kemacetan, terutama pada jam sibuk.&lt;br /&gt;"Standar kami 10 menit sudah harus sampai ke lokasi kejadian karena pasien kondisi gawat darurat masih bisa diselamatkan dalam hitungan waktu itu," kata Aryono kepada Tempo. "Unit mobil kami sangat sulit mencapainya kalau Jakarta lagi macet-macetnya," ujarnya.&lt;br /&gt;Motor ambulans, kata guru besar Universitas Indonesia itu, pertama kali menghiasi jalan-jalan di kota metropolitan ini pada 1997. Indonesia yang memelopori kehadiran unit gawat darurat roda dua ini di dunia. Tapi hanya hitungan bulan beroperasi. Sebab, kekurangan tenaga paramedis.&lt;br /&gt;Baru pada akhir 2003 motor ambulans kembali melayani masyarakat Jakarta. Motor mereka, yang merupakan sumbangan dari sebuah perusahaan itu, baru 12 unit. Sebanyak 10 unit disebar di lima wilayah Jakarta. Sisanya berjaga-jaga di kantor pusat Ambulans 118 di kawasan Sunter, Jakarta Utara.&lt;br /&gt;Sebetulnya untuk Jakarta belum cukup dengan jumlah motor itu. "Idealnya sih Jakarta butuh 50 motor, tapi uang untuk membelinya dari mana?" kata Aryono.&lt;br /&gt;Aryono menjelaskan, kru motor ambulans harus sudah menyandang Paramedik 3, atau sudah melewati berbagai pelatihan, seperti jantung dan bencana alam. Terakhir, penyelamatan korban dalam situasi perang. "Paling tidak butuh waktu tiga tahun untuk melahap semua pelatihan itu," ujarnya.&lt;br /&gt;Peralatan yang dibawa motor ambulans sudah standar gawat darurat internasional. Contohnya tabung oksigen dan alat bantu jalan pernapasan, infus dan cairannya, obat-obatan jantung, termasuk alat suntiknya dan penyangga leher, juga kotak gawat darurat, antara lain gunting, perban, dan alkohol.&lt;br /&gt;Setiap hari, rata-rata motor ambulans melayani 10 panggilan, sedangkan unit mobil 75 panggilan. Rendahnya permintaan karena belum semua orang tahu soal layanan gawat darurat ini. Akibatnya, ambulans ini banyak ngejogrok alias nganggur di pos-pos mereka.&lt;br /&gt;Sejumlah penduduk Jakarta yang ditemui Tempo malah mengaku tidak tahu adanya layanan ini. "Apa mereka akan datang kalau kami panggil?" tanya Adi, seorang karyawan swasta, mengomentari keberadaan yayasan yang didirikan Ikatan Ahli Bedah Indonesia pada 1970-an itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;oleh: SS KURNIAWAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;KORAN TEMPO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;Sabtu, 3 Desember 2005&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-3941589592906419219?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/3941589592906419219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=3941589592906419219' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/3941589592906419219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/3941589592906419219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/07/halo-motor-ambulans-118.html' title='Halo Motor Ambulans 118...'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8105449330008616550.post-504002863985408767</id><published>2008-07-03T13:22:00.001+07:00</published><updated>2008-07-03T13:32:28.406+07:00</updated><title type='text'>Cewek Ambulans Memburu Panggilan</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sirene itu menjerit-jerit di tengah guyuran hujan lebat. Sebuah ambulans terjepit di kemacetan lalu lintas Jakarta sore itu. Klakson pun dinyalakkan untuk mendapatkan celah jalan. Suratinah harus memacu mobilnya ke lokasi tabrakan kereta api di Jagakarsa, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;Suratinah seorang wanita berumur 26 tahun. Mobil ambulans yang dikemudikan boleh dibilang selalu berjalan zigzag menerobos kemacetan. "Degdegan kalau ada panggilan darurat," katanya. Sudah dua tahun Suratinah menjadi sopir ambulans Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 Jakarta.&lt;br /&gt;Suratinah juga dijuluki pilot. Ia salah satu pilot dari 25 cewek di sana. Sebelum diangkat menjadi sopir, Suratinah yang bergabung dalam Tim 118 pada 1998 itu lebih dulu menjadi kru ambulans.&lt;br /&gt;Hasrat menjadi sopir terus menggelora semenjak ikut pendidikan mengemudi (defense driving). Memasuki awal 2003, barulah lembaga tempatnya bekerja mengizinkan wanita menjadi "pilot ambulans". "Kami ingin perempuan sama dengan pria," kata Asti Puspitarini, juru bicara 118. Gaji mereka sekitar Rp 900 ribu per bulan.&lt;br /&gt;Kisah kepiawaian mereka diperlihatkan ketika mantan presiden Abdurrahman Wahid jatuh sakit di kantor Pengurus Besar NU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Tiga mobil ambulans Tim 118 meluncur, termasuk yang dikemudikan Suratinah.&lt;br /&gt;Suratinah yang pertama tiba. Setelah memberi pertolongan singkat, pasien yang kerap dipanggil Gus Dur itu langsung dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo. Waktu itu Gus Dur tidak sampai menjalani rawat inap. "Beliau mengucapkan terima kasih," kenang Suratinah yang mengaku sempat bersalaman dengan Gus Dur.&lt;br /&gt;Ambulans 118 sudah dikenal. Paramediknya digembleng oleh ahli-ahli pertolongan asal Jepang dan Amerika Serikat. Setiap tiga bulan mereka memperoleh pendidikan tambahan, seperti penanganan korban berpenyakit jantung dan bencana alam.&lt;br /&gt;Menurut Any Sumarny, sopir cewek lainnya, kemacetan di Jakarta menjadi kendala paling merepotkan. Peraturan mengharuskan sopir Tim 118 tiba di lokasi paling lama 10 menit sejak perintah diterima. Gara-gara macet, waktu tempuh bisa molor 20 menit.&lt;br /&gt;"Begitu tahu sopirnya cewek, baru diberi jalan," ujar Any mengisahkan pengalamannya di jalan menerima simpati orang.&lt;br /&gt;Ungkapan simpati juga datang saat tiba di rumah sakit. Satpam langsung membantu dengan memberi aba-aba tatkala ambulansnya hendak parkir.&lt;br /&gt;Any merasa, cewek menjadi sopir ambulans masih dipandang sebelah mata. Keluarga pasien, kata Any mencontohkan, awalnya meragukan kemampuannya. Keraguan itu membuat Any bersemangat menunjukkan kebolehannya menyetir. "Kalau sudah begini baru pada mengacungkan jempol," ujar lulusan Akademi Perawat Departemen Kesehatan Jakarta ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;oleh: SS KURNIAWAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;KORAN TEMPO&lt;br /&gt;Sabtu, 3 September 2005&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8105449330008616550-504002863985408767?l=catatanharianparamedis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/feeds/504002863985408767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8105449330008616550&amp;postID=504002863985408767' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/504002863985408767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8105449330008616550/posts/default/504002863985408767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanharianparamedis.blogspot.com/2008/07/cewek-ambulans-memburu-panggilan.html' title='Cewek Ambulans Memburu Panggilan'/><author><name>CATATAN HARIAN PARAMEDIS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16329601564184870667</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_x0Z_3QkwdY8/SpKtqG780uI/AAAAAAAAACw/o52fHzBiOKw/S220/BALI+151.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
